April 07, 2012

Cara Membuat Bahan Insulasi : Poliuretana


Poliuretan atau polyurethane biasa dipakai untuk bahan  isolasi temperatur pada mesin pendingin [Kulkas, coldsotage dan ruangan pendingin yang lain], biasanya digunakan sebagai bahan penyerap suara, ringan, dan rigrid [tidak fleksibel] sebagai bahan konstruksi


Karakteristik :
polyurethane sangat ringan. 
Berat jenis : 36 Kg/m3
koefisien rambatan panas yang dihasilkan oleh polyurethane hanya sekitar 0,017. Itu pertanda bahwa setelah ditempeli polyurethane, kapasitas panas yang diteruskan ke suatu bangunan sangat sedikit


Macam-macam jenis poliuretan dan kegunaannya :


Busa fleksibel kepadatan [density] rendah yang digunakan dalam bekleding dan bedding,
Elastomer padat yang empuk yang digunakan untuk bantalan gel serta penggiling cetakan, dan
Busa kaku berdensitas rendah yang digunakan untuk isolasi termal dan dasboard mobil,
Plastik padat yang keras yang digunakan sebagai bagian struktural dan bezel instrumen elektronik.


Aplikasi dan Cara Pembuatannya:


1. Cairan kimia cair ISOCYNATE dan POLYOL disemprotkan ke media aplikasi yang diinginkan. Misalnya: dinding, ruang Karaoke, tangki(untuk pelapisan), dan dak beton. 
2. Setelah disemprotkan, cairan tadi akan mengering dalam hitungan detik. bereaksi dengan membentuk foam. Gelembung itu lalu menempel erat di permukaan bangunan. 
3. Diamkan sampai benar-benar mengeras, usahakan tidak menyentuh permukaan poliuretan yang masih basah, karena sulit menghilangkannya dari kulit


Gelembung/foam itulah yang lalu bekerja sebagai penahan rambatan panas, penahan bocor, dan peredam suara. Gelembung tersebut pun cocok menjadi pengganti bahan insulator lain yang sudah ada.




Poliuretan dapat digunakan dirumah untuk mencegah panas yang masuk ke dalam rumah sehingga rumah tidak panas, caranya :
1. Polyurethane di semprotkan ke bagian atas dak rumah di tiap bagian yang langsung terkena sinar matahari 
2. Cairan akan mengeras dan menjadi isulator panas matahari yang masuk ke dalam rumah 


bahan penahan pipa air, alat transport berpendingin, serta pendingin untuk industri maupun rumah tangga. Polyurethane, bahan yang sangat mirip dengan busa, juga banyak digunakan untuk flotation dan pengaturan energi.


Kegunaan Poliuretana [Polyurethane] :


pada cairan pelapis dan cat
elastomer keras seperti pada roda roller blade
penyekat berbahan keras
busa lentur yang lembut
serat elastis, 
sebagai kulit utuh


Pelapisan dek beton
Dinding partisi
Pelapisan room condensor
Pelapisan Tanki
Gardu listrik & Genset


Pelapisan diatas plafon
Pelapisan dinding dalam
Cold storage
Pelapisan runag karaoke


Contoh Potongan Dinding Cold Storage 
























Sumber : 
Wikipedia

Maret 29, 2012

Heat Exchanger [Alat Penukar Kalor]

Definisi

Heat Exchanger [Alat Penukar Kalor] atau biasa disebut alat penukar panas adalah alat yang dibangun untuk efisiensi perpindahan panas dari satu medium ke medium lainnya yang dipisahkan oleh dinding yang solid, sehingga tidak ada kontak langsung dan tidak bercampur
Alat yang membantu perpindahan panas dari fluida panas ke fluida dingin tanpa ada kontak langsung, selalu menggunakan elemen konduksi yang bisasanya dalam bentuk tabung atau lempengan  untuk memisahkan dua fluida.


Fungsi Heat Exchanger

Mengontrol sistem atau substansi temperatur dengan menambah atau menghilangkan energi
termal


Aplikasi

Biasa digunakan pada pemanas ruangan, mesin pendingin, pembangkit tenaga listrik, pabrik kimia, pabrik petrokimia, kilang minyak bumi, pengolahan limbah.
-Contoh : mesin pembakaran internal dimana air sebagai pendingin yang mengalir dalam radiator, dan udara mrlalui coil, sehingga air mendinginkan mesin, dan memanaskan udara yang masuk

Tipe - Tipe Heat Exchanger


-Klasifikasi heat exchanger ada 2 :
1. Berdasarkan tipe aliran
Berdasarkan tipe aliran ada 2 : Aliran parallel dan Aliran tabrakan
2. Berdasarkan tipe bentuk
Berdasarkan tipe konstruksi ada 3 :
Coil heat exchanger, plate heat exchanger, shell-and-tube heat exchanger

Baca Selengkapnya dalam bentuk 

Sumber :


Dasar Perawatan

Bagi seorang pembelajar refrigerasi dan tata udara diperlukan kemampuan untuk management perawatan, khususnya perawatan mesin pendingin dan tata udara berikut adalah dasar perawatan, materi ini merupakan materi pendahuluan mengenai perawatan, belum aplikasi perawatan pada mesin-mesin pendingin. silakan di download. 

let's learn and share ! :)

Januari 31, 2012

Cara Pengisian Refrigeran

Pengisian refrigeran dapat dilakukan dengan 2 cara :


  1. Pengisian refrigeran dalam bentuk cair
  2. Pengisian refrigeran dalam bentuk uap


Hal-hal yang Dilakukan Sebelum Pengisian Refrigeran


  1. Lakukan Pemvakuman
Sebelum pengisian refrigeran, pastikan dalam sistem pendingin baik AC maupun Kulkas [refrigerator] dalam keadaan vacuum yaitu keadaan dimana tidak ada udara maupun uap air di dalam sistem, dengan cara menurunkan tekanan hingga di bawah 1 atm, menggunakan Vacuum Pump.
Cara-cara Pemvakuman, baca selengkapnya

2. Pastikan Rangkaian sistem baik pemipaan atau yang lainnya masih terpasang dengan benar, dan pasang manifold gauge dengan ketentuan sebagai berikut
  • Selang masih terpasang dengan manifold gauge warna merah ke nipel tekanan tinggi,
  • Selang warna biru ke nipel tekanan rendah 
  • Selang warna hijau ke tangki refrigeran atau alat pengisi, dan katup tabung masih dalam keadaan tertutup.
3. Pastikan refrigeran yang akan digunakan mencukupi
4. Untuk menghindari kecelakaan pastikan yang berada disekitar mesin pendingin hanyalah alat yang dibutuhkan saja

Pengisian Refrigerant dalam bentuk cair :


 Gambar 1. Posisi tabung saat pengisian refrigeran fasa cair
  • Pastikan sistem dalam keadaan OFF
  • Balikkan tabung refrigeran menghadap kebawah agar isi refrigeran yang keluar dalam bentuk cair
  • Pasang manifold dan tabung refrigeran pada katup servis pada bagian tekanan rendah [masuk kompresor]
  • Buka katup tekanan tinggi yang berwarna merah, dan tutup katup tekanan rendah yang berwarna biru
  • Pastikan katup sevis dalam keadaan katup middle 
  • Periksa kaca pengintai sampai aliran refrigerant berhenti mengalir dan tutup keran.
  • Amati kedua pengukur tekanan, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama [dalam keadaan OFF]
Pengisian Refrigerant dalam bentuk uap :
  • Baliklah tabung refrigerant menghadap keatas agar isi refrigerant keluar dalam bentuk gas.


Gambar 2. Posisi tabung refrigeran saat pengisian refrigeran fasa uap
  • Operasikan mesin dan biarkan beberapa menit untuk mencapai steady state.
  • Hidupkan switch AC, dan amati pengukur tekanan manifold gauge tanda merah harus terlihat pada tekanan tinggi dan tanda biru pada tekanan rendah tetapi tidak dibawah 1 atm.
  • Pasang manifold dan tabung refrigeran pada katup servis bagian tekanan tinggi [keluaran kompresor]
  • Pastikan katup sevis dalam keadaan katup middle
  • Buka katup berwana biru [katup tekanan rendah], dan tutup katup berwarna merah [tekanan tinggi], buka sedikit demi sedikit katup manifold gauge warna biru [besar kecilnya  pembukaan akan mempengaruhi jumlah refrigerant yang mengalir dalam sistem].
    
Setelah posisi tabung dan pemasangan manifold, dan tabung refrigeran pada kedua proses di atas lakukan hal berikut ini :
  • Buka perlahan katup pada tabung refrigeran, amati tekanan yang sesuai dengan ketentuan refrigeran yang digunakan, atau perhatikan maksimal ampere pada name plate kompresor, jika tekanan atau ampere sudah menunjukan pada angka yang sesuai kapasitas maka tutup katup tabung refrigeran
  • Tutup katup manifold gauge, dan baca alat ukur tekanan rendah dan tekanan tinggi yang sesuai dengan kapasitas refrigeran
  • Putar katup servis dalam keadaan back seated
  • Amati kedua pengukur tekanan, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama [dalam keadaan mati]
  • Amati sight glass dan bila jumlah gelembung menjadi semakin sedikit dan lembut menunjukkan bahwa pengisian sudah cukup, atau agar tidak terjadi kelebihan refrigeran, nyalakan sistem, lihat Ampere pada name plat kompressor misalnya 2 Ampere, jika ampere meter menunjukan 2 A tutup katup pada tabung refrigeran.
Hati-hati terhadap sumber listrik, menggunakan manifold-gauge agar aman, dan menghindari kelebihan refrigeran. Selamat Mencoba. Semoga Berhasil.

Januari 30, 2012

Cara Pemvakuman Pada Sistem Pendingin


Tujuan Pemvakuman pada sistem pendingin (AC atau Kulkas) adalah mengkosongkan sistem dari udara dan uap air, 
dengan cara menurunkan tekanan dalam sistem hingga dibawah 1 atm. Alat yang dgunakan adalah Vacuum Pump. 
Setelah pemvakuman sistem pun dapat dicek kebocorannya. 
 Alat Vacum Pump :


Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Pastikan katup manifold gauge dalam keadaan menutup
2. Lakukam pemasangan Manifold Gauge ke kompresor dengan membuka katup service pada kompresor dengan bukaan katup dalam keadaan middle


  • Selang merah ke nipel tekanan tinggi
  • Selang biru ke nipel tekanan rendah 
  • Selang hijau ke pompa vakum

    Gambar. Pemasangan Vacuum Pump pada Kompresor

    3. Buka salah satu katup manifold dan operasikan pompa vakum

    4. Perhatikan skala pada Vacuum gauge, hingga menunjukkan angka +/- 600 mmHg ( 23,62 inHg; 80 kPa) 

    5. Buka katup manifold yang lain agar vakum bekerja dari dua sisi agar kerja vacuum pump lebih efisien

    6. Perhatikan kembali skala pada Vacuum gauge dan pastikan sistem telah bersih dari udara maupun uap air, dengan angka penunjuk berada pada angka 750 mmHg ( 29,53 in Hg; 99,98 kPa ) atau dibawah 1 atm

    7. Biarkan Vacuum pump tetap beroperasi kurang lebih selama 30 menit, agar membantu proses penguapan air di dalam sistem secara sempurna
         
    8. Tutup kedua katup manifold 

    9. Matikan pompa vakum

    Cek Kebocoran Setelah Pemvakuman

    1. Setelah pemvakuman, amati skala pressure gauge pada sistem kurang lebih 15 menit 

    2. Bila terjadi kenaikan tekanan pada pressure gauge maka dalam sistem pendingin masih terjadi kebocoran, karena udara dari luar sistem dengan tekanan lebih tinggi masuk ke dalam sistem

    3. Cari kebocoran dengan alat deteksi kebocoran atau dengan metoda mencari kebocoran, kebocoran  biasanya dibagian sambungan-sambungan nut, atau hasil las.


    April 07, 2012

    Cara Membuat Bahan Insulasi : Poliuretana


    Poliuretan atau polyurethane biasa dipakai untuk bahan  isolasi temperatur pada mesin pendingin [Kulkas, coldsotage dan ruangan pendingin yang lain], biasanya digunakan sebagai bahan penyerap suara, ringan, dan rigrid [tidak fleksibel] sebagai bahan konstruksi


    Karakteristik :
    polyurethane sangat ringan. 
    Berat jenis : 36 Kg/m3
    koefisien rambatan panas yang dihasilkan oleh polyurethane hanya sekitar 0,017. Itu pertanda bahwa setelah ditempeli polyurethane, kapasitas panas yang diteruskan ke suatu bangunan sangat sedikit


    Macam-macam jenis poliuretan dan kegunaannya :


    Busa fleksibel kepadatan [density] rendah yang digunakan dalam bekleding dan bedding,
    Elastomer padat yang empuk yang digunakan untuk bantalan gel serta penggiling cetakan, dan
    Busa kaku berdensitas rendah yang digunakan untuk isolasi termal dan dasboard mobil,
    Plastik padat yang keras yang digunakan sebagai bagian struktural dan bezel instrumen elektronik.


    Aplikasi dan Cara Pembuatannya:


    1. Cairan kimia cair ISOCYNATE dan POLYOL disemprotkan ke media aplikasi yang diinginkan. Misalnya: dinding, ruang Karaoke, tangki(untuk pelapisan), dan dak beton. 
    2. Setelah disemprotkan, cairan tadi akan mengering dalam hitungan detik. bereaksi dengan membentuk foam. Gelembung itu lalu menempel erat di permukaan bangunan. 
    3. Diamkan sampai benar-benar mengeras, usahakan tidak menyentuh permukaan poliuretan yang masih basah, karena sulit menghilangkannya dari kulit


    Gelembung/foam itulah yang lalu bekerja sebagai penahan rambatan panas, penahan bocor, dan peredam suara. Gelembung tersebut pun cocok menjadi pengganti bahan insulator lain yang sudah ada.




    Poliuretan dapat digunakan dirumah untuk mencegah panas yang masuk ke dalam rumah sehingga rumah tidak panas, caranya :
    1. Polyurethane di semprotkan ke bagian atas dak rumah di tiap bagian yang langsung terkena sinar matahari 
    2. Cairan akan mengeras dan menjadi isulator panas matahari yang masuk ke dalam rumah 


    bahan penahan pipa air, alat transport berpendingin, serta pendingin untuk industri maupun rumah tangga. Polyurethane, bahan yang sangat mirip dengan busa, juga banyak digunakan untuk flotation dan pengaturan energi.


    Kegunaan Poliuretana [Polyurethane] :


    pada cairan pelapis dan cat
    elastomer keras seperti pada roda roller blade
    penyekat berbahan keras
    busa lentur yang lembut
    serat elastis, 
    sebagai kulit utuh


    Pelapisan dek beton
    Dinding partisi
    Pelapisan room condensor
    Pelapisan Tanki
    Gardu listrik & Genset


    Pelapisan diatas plafon
    Pelapisan dinding dalam
    Cold storage
    Pelapisan runag karaoke


    Contoh Potongan Dinding Cold Storage 
























    Sumber : 
    Wikipedia

    Maret 29, 2012

    Heat Exchanger [Alat Penukar Kalor]

    Definisi

    Heat Exchanger [Alat Penukar Kalor] atau biasa disebut alat penukar panas adalah alat yang dibangun untuk efisiensi perpindahan panas dari satu medium ke medium lainnya yang dipisahkan oleh dinding yang solid, sehingga tidak ada kontak langsung dan tidak bercampur
    Alat yang membantu perpindahan panas dari fluida panas ke fluida dingin tanpa ada kontak langsung, selalu menggunakan elemen konduksi yang bisasanya dalam bentuk tabung atau lempengan  untuk memisahkan dua fluida.


    Fungsi Heat Exchanger

    Mengontrol sistem atau substansi temperatur dengan menambah atau menghilangkan energi
    termal


    Aplikasi

    Biasa digunakan pada pemanas ruangan, mesin pendingin, pembangkit tenaga listrik, pabrik kimia, pabrik petrokimia, kilang minyak bumi, pengolahan limbah.
    -Contoh : mesin pembakaran internal dimana air sebagai pendingin yang mengalir dalam radiator, dan udara mrlalui coil, sehingga air mendinginkan mesin, dan memanaskan udara yang masuk

    Tipe - Tipe Heat Exchanger


    -Klasifikasi heat exchanger ada 2 :
    1. Berdasarkan tipe aliran
    Berdasarkan tipe aliran ada 2 : Aliran parallel dan Aliran tabrakan
    2. Berdasarkan tipe bentuk
    Berdasarkan tipe konstruksi ada 3 :
    Coil heat exchanger, plate heat exchanger, shell-and-tube heat exchanger

    Baca Selengkapnya dalam bentuk 

    Sumber :


    Dasar Perawatan

    Bagi seorang pembelajar refrigerasi dan tata udara diperlukan kemampuan untuk management perawatan, khususnya perawatan mesin pendingin dan tata udara berikut adalah dasar perawatan, materi ini merupakan materi pendahuluan mengenai perawatan, belum aplikasi perawatan pada mesin-mesin pendingin. silakan di download. 

    let's learn and share ! :)

    Januari 31, 2012

    Cara Pengisian Refrigeran

    Pengisian refrigeran dapat dilakukan dengan 2 cara :


    1. Pengisian refrigeran dalam bentuk cair
    2. Pengisian refrigeran dalam bentuk uap


    Hal-hal yang Dilakukan Sebelum Pengisian Refrigeran


    1. Lakukan Pemvakuman
    Sebelum pengisian refrigeran, pastikan dalam sistem pendingin baik AC maupun Kulkas [refrigerator] dalam keadaan vacuum yaitu keadaan dimana tidak ada udara maupun uap air di dalam sistem, dengan cara menurunkan tekanan hingga di bawah 1 atm, menggunakan Vacuum Pump.
    Cara-cara Pemvakuman, baca selengkapnya

    2. Pastikan Rangkaian sistem baik pemipaan atau yang lainnya masih terpasang dengan benar, dan pasang manifold gauge dengan ketentuan sebagai berikut
    • Selang masih terpasang dengan manifold gauge warna merah ke nipel tekanan tinggi,
    • Selang warna biru ke nipel tekanan rendah 
    • Selang warna hijau ke tangki refrigeran atau alat pengisi, dan katup tabung masih dalam keadaan tertutup.
    3. Pastikan refrigeran yang akan digunakan mencukupi
    4. Untuk menghindari kecelakaan pastikan yang berada disekitar mesin pendingin hanyalah alat yang dibutuhkan saja

    Pengisian Refrigerant dalam bentuk cair :


     Gambar 1. Posisi tabung saat pengisian refrigeran fasa cair
    • Pastikan sistem dalam keadaan OFF
    • Balikkan tabung refrigeran menghadap kebawah agar isi refrigeran yang keluar dalam bentuk cair
    • Pasang manifold dan tabung refrigeran pada katup servis pada bagian tekanan rendah [masuk kompresor]
    • Buka katup tekanan tinggi yang berwarna merah, dan tutup katup tekanan rendah yang berwarna biru
    • Pastikan katup sevis dalam keadaan katup middle 
    • Periksa kaca pengintai sampai aliran refrigerant berhenti mengalir dan tutup keran.
    • Amati kedua pengukur tekanan, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama [dalam keadaan OFF]
    Pengisian Refrigerant dalam bentuk uap :
    • Baliklah tabung refrigerant menghadap keatas agar isi refrigerant keluar dalam bentuk gas.


    Gambar 2. Posisi tabung refrigeran saat pengisian refrigeran fasa uap
    • Operasikan mesin dan biarkan beberapa menit untuk mencapai steady state.
    • Hidupkan switch AC, dan amati pengukur tekanan manifold gauge tanda merah harus terlihat pada tekanan tinggi dan tanda biru pada tekanan rendah tetapi tidak dibawah 1 atm.
    • Pasang manifold dan tabung refrigeran pada katup servis bagian tekanan tinggi [keluaran kompresor]
    • Pastikan katup sevis dalam keadaan katup middle
    • Buka katup berwana biru [katup tekanan rendah], dan tutup katup berwarna merah [tekanan tinggi], buka sedikit demi sedikit katup manifold gauge warna biru [besar kecilnya  pembukaan akan mempengaruhi jumlah refrigerant yang mengalir dalam sistem].
        
    Setelah posisi tabung dan pemasangan manifold, dan tabung refrigeran pada kedua proses di atas lakukan hal berikut ini :
    • Buka perlahan katup pada tabung refrigeran, amati tekanan yang sesuai dengan ketentuan refrigeran yang digunakan, atau perhatikan maksimal ampere pada name plate kompresor, jika tekanan atau ampere sudah menunjukan pada angka yang sesuai kapasitas maka tutup katup tabung refrigeran
    • Tutup katup manifold gauge, dan baca alat ukur tekanan rendah dan tekanan tinggi yang sesuai dengan kapasitas refrigeran
    • Putar katup servis dalam keadaan back seated
    • Amati kedua pengukur tekanan, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama [dalam keadaan mati]
    • Amati sight glass dan bila jumlah gelembung menjadi semakin sedikit dan lembut menunjukkan bahwa pengisian sudah cukup, atau agar tidak terjadi kelebihan refrigeran, nyalakan sistem, lihat Ampere pada name plat kompressor misalnya 2 Ampere, jika ampere meter menunjukan 2 A tutup katup pada tabung refrigeran.
    Hati-hati terhadap sumber listrik, menggunakan manifold-gauge agar aman, dan menghindari kelebihan refrigeran. Selamat Mencoba. Semoga Berhasil.

    Januari 30, 2012

    Cara Pemvakuman Pada Sistem Pendingin


    Tujuan Pemvakuman pada sistem pendingin (AC atau Kulkas) adalah mengkosongkan sistem dari udara dan uap air, 
    dengan cara menurunkan tekanan dalam sistem hingga dibawah 1 atm. Alat yang dgunakan adalah Vacuum Pump. 
    Setelah pemvakuman sistem pun dapat dicek kebocorannya. 
     Alat Vacum Pump :


    Langkah-langkahnya sebagai berikut :
    1. Pastikan katup manifold gauge dalam keadaan menutup
    2. Lakukam pemasangan Manifold Gauge ke kompresor dengan membuka katup service pada kompresor dengan bukaan katup dalam keadaan middle


    • Selang merah ke nipel tekanan tinggi
    • Selang biru ke nipel tekanan rendah 
    • Selang hijau ke pompa vakum

      Gambar. Pemasangan Vacuum Pump pada Kompresor

      3. Buka salah satu katup manifold dan operasikan pompa vakum

      4. Perhatikan skala pada Vacuum gauge, hingga menunjukkan angka +/- 600 mmHg ( 23,62 inHg; 80 kPa) 

      5. Buka katup manifold yang lain agar vakum bekerja dari dua sisi agar kerja vacuum pump lebih efisien

      6. Perhatikan kembali skala pada Vacuum gauge dan pastikan sistem telah bersih dari udara maupun uap air, dengan angka penunjuk berada pada angka 750 mmHg ( 29,53 in Hg; 99,98 kPa ) atau dibawah 1 atm

      7. Biarkan Vacuum pump tetap beroperasi kurang lebih selama 30 menit, agar membantu proses penguapan air di dalam sistem secara sempurna
           
      8. Tutup kedua katup manifold 

      9. Matikan pompa vakum

      Cek Kebocoran Setelah Pemvakuman

      1. Setelah pemvakuman, amati skala pressure gauge pada sistem kurang lebih 15 menit 

      2. Bila terjadi kenaikan tekanan pada pressure gauge maka dalam sistem pendingin masih terjadi kebocoran, karena udara dari luar sistem dengan tekanan lebih tinggi masuk ke dalam sistem

      3. Cari kebocoran dengan alat deteksi kebocoran atau dengan metoda mencari kebocoran, kebocoran  biasanya dibagian sambungan-sambungan nut, atau hasil las.