Juli 28, 2012

TABEL U ROOF WITH SUSPENDED CEILING DAN WITHOUT SUSPENDED CEILING


Table  Cooling Load Temperature Difference for Calculating Cooling Load from Flat Roofs. Sesuai judulnya ini tabel untuk menentukan CLTD, sebetulnya tabel ini sangat lengkap dengan solar time, heat capacity, CLTD, namun saya hanya fokus pada U value nya saja. U-value dapat dilihat dari pada kolom ke-4 untuk Roof Without Suspended Ceiling dan pada kolom ke-6 untuk Roof With Suspended Ceiling.

 Table  1.1 Cooling Load Temperature Difference for Calculating Cooling Load from Flat Roofs



MENENTUKAN R DAN U PADA ATAP [ROOF WITHOUT SUSPENDED CEILING]

Membantu seorang sahabat di pulau seberang yang menanyakan mengenai cooling load calculation berdasarkan ASHRAE, karena alasan sumber dari internet banyak sekali versinya, maka dari itu saya akan mengulas mengenai hal yang sering menjadi pertanyaan untuk menentukan beban pendingin, yaitu untuk menentukan Rtotal atau resistansi termal total dari lapisan-lapisan atap yang terkena sinar matahari. Saya mengambil sumber dari buku COOLING AND HEATING LOAD CALCULATION MANUAL.

1. Tentukan Tipe Atap, ASHRAE membagi atap menjadi 13 tipe [Lihat tabel 1.1 atau bisa dilihat dibuku ASHRAE yang saya sebutkan diatas pada tabel 3.7 Roof Construction Code
2. Berdasarkan tabel Roof Contruction Code, dapat dilihat pada kolom ke-3 Code Number of layer, Code Number of layer menunjukan jenis-jenis lapisan pada atap
3. Code Number of layer menunjukan jenis lapisan atap yang nilai hambatan termalnya ada pada
tabel 1.2 atau bisa dilihat dibuku ASHRAE pada table 3.11 Thermal Properties and Code Number of Layers Used in Calculation of Coefficient for Roof and Wall 

Contoh : 
Tipe Atap [Roof No. 6] dengan deskripsi 4-in l.w. concrete, without suspended ceiling, code number A0, E2, E3, C15, E0, silakan lihat pada table 1.2 Kolom Ke-7 [R] yaitu resistansi termal.
A0-R= 0.333 (hr.ft^2. degF)/Btu
E2-R= 0.050 (hr.ft^2. degF)/Btu
E3-R= 0.285 (hr.ft^2. degF)/Btu
C15-R= 5.0 (hr.ft^2. degF)/Btu
E0-R= 0.685 (hr.ft^2. degF)/Btu

Rtotal = 0.333+0.050+0.285+5.0+0.685= 6.35 (hr.ft^2. degF)/Btu
U      = 1/Rtotal = 0.16 Btu/(hr.ft^2.degF)


Catatan : Untuk Roof With Suspended Ceiling akan saya bahas di post selanjutnya.




Dilihat dari table 1.1 Roof Construction Code

table 1.2 Thermal Properties and Code Number of Layers Used in Calculation of Coefficient for Roof and Wall
Units :
 L=ft                                              K= Btu/(hr.ft. degF)                  D= lb/ft^3          WTxSH= Btu/(ft^2.F)
 SH= Btu/(lb degF)                        R=(hr.ft^2. degF)/Btu                WT= lb/ft^2


Juli 12, 2012

Komponen Kelistrikan Mesin Pendingin




Komponen pendukung sistem kelistrikan yang baiasanya ada pada kulkas, di antaranya :

1.MCB
2.Voltmeter
3.Amperemeter
4.Wattmeter
5.Time delay relay
6.Lever switch
7.Kontaktor
8.Junction terminal
9.Saklar

Secara keseluruhan, rangkaian kelistrikan pada sistem terbagi dalam dua bagian, yaitu :
1. Rangkaian daya
2. Rangkaian control


RANGKAIAN DAYA

Rangkaian daya merupakan rangkaian pokok dari suatu sistem kelistrikan. Komponen yang digunakan juga merupakan komponen yang terkendali. Dalam rangkaian daya ini terdapat satu buah motor kompresor yang dihubungkan dengan kontaktor yang teraliri arus pada rangkaian kontrol. Selain motor kompresor, terdapat beberapa komponen lain seperti termometer digital, pilot lamp untuk sumber arus pada sistem, ampere meter, voltmeter, dan wattmeter pada saluran rangkaian daya yang dilengkapi dengan switch MCB sebagai saklar on/off arus pada sistem.

MCB [Miniatur Circuit Breaker] digunakan untuk pengaman terhadap beban lebih atau arus hubung singkat. Maka jika terjadi arus beban yang berlebih/hubung singkat, maka MCB ini akan bekerja sesuai fungsinya yaitu memutuskan rangkaian dari sumber tegangan. 

Volt-meter berfungsi untuk mengukur besarnya tegangan listrik yang dipakai pada sistem. Dalam hal ini besar tegangan listrik yang terjadi adalah  220 volt. 

Ampere-meter berfungsi untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir pada sistem. Semakin tinggi perbedaan tekanan pada sisi tekanan tinggi dan sisi tekanan rendah pada sistem, maka arus yang terjadi akan semakin besar. Ampere-meter juga bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan banyaknya refrigerant yang dimasukan ke kompresor. Jika jarum ampere meter telah menunjukan arus sebesar 2.5  3.0 maka refrigeran telah cukup.

Watt-meter adalah alat untuk mengukur besarnya jumlah kerja/daya input yang digunakan untuk menjalankan sistem khususnya pada kerja motor kompressor dan kumparan solenoid valve.

RANGKAIAN KONTROL
Rangkaian kontrol merupakan bagian yang mengontrol sistem kelistrikan, dalam pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dan komponennya terpasang terpisah dengan rangkaian daya. Pada rangkaian kontrol ini terdapat beberapa komponen yang digunakan seperti saklar [toggle dan MCB] kontaktor, delay timer, HLP, fault pilot lamp [sebagai indikasi jika HLP bekerja], solenoid valve dengan pilot lampnya, switch on / off  rangkaian kontrol.

Time Delay Relay adalah alat yang berfungsi untuk menunda arus awal yang besar yang masuk kedalam alat-alat ukur yang mempunyai tahanan dalam rendah, sehingga dapat menghindari kerusakan yang mungkin terjadi dalam alat tersebut. Dalam trainer ini timer yang digunakan adalah timer on delay relay berfungsi untuk menunda arus awal yang cukup besar masuk ke dalam alat-alat ukur yang mempunyai tahanan dalam rendah.

Kontaktor adalah komponen listrik yang berfungsi untuk melewatkan arus menuju komponen yang dituju dengan menggunakan saklar on/off sebagai prinsip kerjanya. Kerja kontaktor ini berdasarkan pada suatu kumparan yang dialiri arus, yang mana saklar N/O atau N/C akan membuka atau menutup sesuai dengan ada atau tidaknya arus yang masuk di dalamnya.

Junction Terminal pada dasarnya hanya sebagai penghantar arus listrik dari dan menuju alat-alat kontrol. Alat ini memudahkan kita untuk menghubungkan kabel yang terlalu banyak jumlahnya.

Pilot Lamp digunakan sebagai lampu indikator bahwa sistem atau komponen yang dihubungkan paralel dengannya sudah bekerja. 

Lever Switch [Saklar Togle] adalah alat yang digunakan sebagai saklar untuk mematikan atau menghidupkan sistem secara manual. Switch yang sering digunakan merupakan switch jenis togle dengan pengunci. Switch tersebut mempunyai satu pole atau dua pole.

By : Intan Dian Heryani
ASHRAE STUDENT 2012

Juli 11, 2012

Bukaan Katup Manifold Gauge

Manifold gauge adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi tekanan biasanya alat ini digunakan untuk membantu saat pemvakuman dan pengisian refrigeran ke dalam sistem.

Katup Manifold Gauge
Katup manifold gauge berfungsi untuk membuka dan menutup aliran refrigeran/gas, secara skematis, dijelaskan dalam gambar, sebagai berikut           :


A. Kedua katup [merah maupun biru] dalam keadaan tertutup
Pada keadaan ini kedua manifold gauge mengukur tekanan pada masing-masing saluran




B. Katup merah [katup aliran tekanan tinggi] dan katup kuning [katup tengah] di buka
Pada keadaan ini terjadi aliran dari tekanan tengah dan saluran kanan




C. Katup biru [katup aliran tekanan rendah] dan katup kuning [katup tengah] di buka

Pada keadaan ini terjadi aliran dari tekanan tengah dan saluran kanan

D.Jika kedua katup dibuka maka akan terjadi hubungan tekanan rendah dan tekanan tinggi, jika saluran katup kuning [katup tengah] pun dibuka maka adanya hubungan aliran dari ketiga saluran

Pengaturan pembukaan katup ini berfungsi untuk mengatur kapan saat pemvakuman atau penambahan refrigeran ke dalam sistem.

By : Intan Dian Heryani
ASHRAE STUDENT 2012 - 2013

Juli 10, 2012

Mendeteksi Kebocoran Pada Sistem Mesin Pendingin




Untuk mendeteksi kebocoran pada sistem dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain :


A.Metoda Air Sabun [Soap Bubbles]
Cara ini merupakan cara yang paling sederhana untuk mendeteksi kebocoran pada sistem, alat dan bahan yang digunakan :
•Air ditambah sabun secukupnya
•Tempat air sabun
•Kain


Cara untuk metode air sabun, sebagai berikut :
1.Pastikan sistem dalam keadaan tidak vacuum [tekanan sistem harus di atas 1 atm]
2.Sistem boleh dalam keadaan beroperasi ataupun tidak
3.Basahi kain dengan air sabun
4.Tempelkan pada bagian-bagian yang rentan terhadap kebocoran, biasanya dibagian sambungan pipa dengan pipa, pipa dengan komponen, baik di sekitar nut maupun hasil lasan, bagian-bagian yang biasa bocor bukan hanya dibagian sambungan saja, perhatikan pada komponen-komponen lain pun berpotensi terhadap kebocoran
5.Perhatikan permukaan yang terkena air sabun, jika ada gelembung-gelembung seperti ada udara yang meniup gelembung udara, maka dapat dipastikan di bagian tersebut ada kebocoran, baik karena lubang, atau penutupan nut yang kurang kencang





B.Memberikan tekanan pada beberapa komponen lalu direndam dalam air


Memberikan tekanan biasanya dengan nitrogen, karena jika nitrogen terbuang tidak merusak lingkungan dan tidak dapat bereaksi dengan air, direndam di air tujuannya untuk mendeteksi lubang yang mengalami kebocoran, metoda ini dapat dilakukan pada komponen-komponen saja contohnya: evaporator, dan kondenser, jangan lakukan pada filter drier.




C.Alat pencari kebocoran dengan nyala api [Halida Torch]


Halida torch akan menyalakan api jika ada bagian sistem yang bocor, caranya hanya mendekatkan sensor halida torch ke bagian-bagian sistem.


D.Alat pencari kebocoran elektronik [Electronic Leak Detector]


Electronic Leak Detector cara penggunaannya sama dengan halida torch, namun berbeda reaksi ketika mendeteksi saja, biasanya electronic leak detector akan berbunyi jika mendeteksi kebocoran


E.Mencari Kebocoran dengan zat pewarna


Dengan memasukan gas atau zat berwarna kedalam sistem, tentunya zat yang tidak bereaksi dengan bahan-bahan yang digunakan dalam sistem, hal ini dilakukan agar saat terjadi kebocoran, gas yang keluar terlihat karena berwarna





Katup Servis [Service Valve]



Katup ini berfungsi untuk menyambungkan komponen dan katup yang digunakan untuk pengisian refrigeran atau pemvakuman sistem. Katup servis biasanya berada di saluran suction kompresor atau disaluran pipa cair [liquid line], menyatu dengan liquid receiver.


Pada gambar di atas katup servis dipasang di discharge kompresor atau di liquid receiver. Konstruksi katup servis ada yang terdiri dari 3 atau 4 saluran, namun pada gambar ini katup servis dengan 3 saluran.

Posisi 1
Saluran ini dihubungkan ke pompa vakum saat pemvakuman, dan saat melakukan pengisian refrigeran dihubungkan ke tabung refrigeran

Posisi 2
Saluran yang dihubungkan ke discharge line, saluran ke kondensor [atau ke pipa liquid line, jika katup servis berada di liquid receiver]

Posisi 3
Dihubungkan dengan dicharge kompresor [atau di liquid receiver]

Katup servis dilengkapi juga dengan katup yang bisa diatur dengan pemutar baud pengatur [valve steam], dengan menggunakan kunci ratchet.
Posisi katup servis ada 3, di antaranya :

Back Stead
Untuk keadaan normal, posisi katup adalah back seated yang menghubungkan saluran 2 dan 3.


Mid Positioned
Mid positioned [cracked] adalah posisi katup untuk pemvakuman dan pengisian refrigeran

mengatur posisi mid ini, dengan cara sebagai berikut :
a)Putar pemutar baud pada katup servis menggunakan ratchet, putar ke kanan/ke kiri hingga katup pada posisi back/front [pastikan pemutar sudah tidak dapat diputar kembali]


b)Lalu kembali putar dengan arah berlawanan, kali ini hitung jumlah putaran yang dilakukan untuk mencapai keadaan katup front/back [dalam keadaan tidak bisa diputar lagi]


c)Jumlah putaran tersebut dibagi dua, maka putar lagi katup berlawanan arah dengan sebelumnya, sebanyak jumlah putaran yang telah dibagi 2 tadi, maka dengan cara ini posisi katup dalam keadaan mid steated



Front Seated 

posisi katup berada dibagian depan, yang salah satu kegunaannya digunakan saat pump down


Aplikasi Refrigerasi


Aplikasi refrigerasi hampir meliputi seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Seperti yang sudah banyak orang ketahui aplikasi refrigerasi adalah mesin pembuat es, padahal banyak di bidang lain yang menggunakan aplikasi refrigerasi. 
Penerapan mesin pendingin dibagi menjadi 5 [lima] kelompok bidang, di antaranya :
1. Refrigerasi domestik
2. Refrigerasi komersial
3. Refrigerasi industri
4. Refrrigerasi transportasi
5. Tata udara industri dan tata udara kenyamanan


REFRIGERASI DOMESTIK

Refrigerasi domestik biasanya memiliki bentuk yang kecil, yang dayanya berkisar antara 35 W sampai 375 W, seperti lemari es yang biasa dipakai dirumah tangga

REFRIGERASI INDUSTRI/KOMERSIAL
Refrigerasi industri atau komersial sebenarnya kedua bidang ini berbeda, namun bisa disebut dalam satu kategori, maka dari itu untuk membedakannya biasaya refrigerasi industri lebih besar kapasitasnya dibandingkan refrigerasi komersial, dan untuk refrigerasi industri memerlukan staf yang ahli dalam pengoprasiannya.
Contoh industri yang menerapkan refrigerasi diantaranya pabrik susu, pabrik anggur dan bir, minyak, industri makanan, industri kimia, industri semen, pabrik karet, industri penyulingan, industri bahan konstruksi bangunan, tekstil, kertas, industri logam, dan industri yang lainnya.

REFRIGERASI TRANSPORTASI
Aplikasi sistem refrigerasi yang dalam bidang transportasi sangat diperlukan seperti pendingin pada kereta api, pesawat terbang, truk pembawa sayuran, baik untuk jarak yang jauh maupun pengiriman jenis lainnya.


TATA UDARA
Pengkondisian udara ruangan yang melibatkan pengendalian temperatur ruangan, kelembaban, pergerakan aliran udara, dan kebersihan udara.
Tata udara dibagi menjadi 2 [dua] jenis yaitu :
1. Tata udara industri
2. Tata udara kenyamanan

TATA UDARA INDUSTRI
Tata udara yang fungsi utamanya untuk keperluan industri, misalnya :
Pengendalian variasi ukuran dari produk
Ukuran bergantung pada pemuaian dan pengerutan akibat naik atau turunnya temperatur 
Pengendalian kadar uap air suatu bahan
Pengendalian laju reaksi kimia dan biokimia
Menciptakan udara yang bersih dan steril pada proses produksi yaitu dengan cara menyaring udara masuk ke ruangan




by : Intan Dian Heryani

April 07, 2012

Cara Membuat Bahan Insulasi : Poliuretana


Poliuretan atau polyurethane biasa dipakai untuk bahan  isolasi temperatur pada mesin pendingin [Kulkas, coldsotage dan ruangan pendingin yang lain], biasanya digunakan sebagai bahan penyerap suara, ringan, dan rigrid [tidak fleksibel] sebagai bahan konstruksi


Karakteristik :
polyurethane sangat ringan. 
Berat jenis : 36 Kg/m3
koefisien rambatan panas yang dihasilkan oleh polyurethane hanya sekitar 0,017. Itu pertanda bahwa setelah ditempeli polyurethane, kapasitas panas yang diteruskan ke suatu bangunan sangat sedikit


Macam-macam jenis poliuretan dan kegunaannya :


Busa fleksibel kepadatan [density] rendah yang digunakan dalam bekleding dan bedding,
Elastomer padat yang empuk yang digunakan untuk bantalan gel serta penggiling cetakan, dan
Busa kaku berdensitas rendah yang digunakan untuk isolasi termal dan dasboard mobil,
Plastik padat yang keras yang digunakan sebagai bagian struktural dan bezel instrumen elektronik.


Aplikasi dan Cara Pembuatannya:


1. Cairan kimia cair ISOCYNATE dan POLYOL disemprotkan ke media aplikasi yang diinginkan. Misalnya: dinding, ruang Karaoke, tangki(untuk pelapisan), dan dak beton. 
2. Setelah disemprotkan, cairan tadi akan mengering dalam hitungan detik. bereaksi dengan membentuk foam. Gelembung itu lalu menempel erat di permukaan bangunan. 
3. Diamkan sampai benar-benar mengeras, usahakan tidak menyentuh permukaan poliuretan yang masih basah, karena sulit menghilangkannya dari kulit


Gelembung/foam itulah yang lalu bekerja sebagai penahan rambatan panas, penahan bocor, dan peredam suara. Gelembung tersebut pun cocok menjadi pengganti bahan insulator lain yang sudah ada.




Poliuretan dapat digunakan dirumah untuk mencegah panas yang masuk ke dalam rumah sehingga rumah tidak panas, caranya :
1. Polyurethane di semprotkan ke bagian atas dak rumah di tiap bagian yang langsung terkena sinar matahari 
2. Cairan akan mengeras dan menjadi isulator panas matahari yang masuk ke dalam rumah 


bahan penahan pipa air, alat transport berpendingin, serta pendingin untuk industri maupun rumah tangga. Polyurethane, bahan yang sangat mirip dengan busa, juga banyak digunakan untuk flotation dan pengaturan energi.


Kegunaan Poliuretana [Polyurethane] :


pada cairan pelapis dan cat
elastomer keras seperti pada roda roller blade
penyekat berbahan keras
busa lentur yang lembut
serat elastis, 
sebagai kulit utuh


Pelapisan dek beton
Dinding partisi
Pelapisan room condensor
Pelapisan Tanki
Gardu listrik & Genset


Pelapisan diatas plafon
Pelapisan dinding dalam
Cold storage
Pelapisan runag karaoke


Contoh Potongan Dinding Cold Storage 
























Sumber : 
Wikipedia

Maret 29, 2012

Heat Exchanger [Alat Penukar Kalor]

Definisi

Heat Exchanger [Alat Penukar Kalor] atau biasa disebut alat penukar panas adalah alat yang dibangun untuk efisiensi perpindahan panas dari satu medium ke medium lainnya yang dipisahkan oleh dinding yang solid, sehingga tidak ada kontak langsung dan tidak bercampur
Alat yang membantu perpindahan panas dari fluida panas ke fluida dingin tanpa ada kontak langsung, selalu menggunakan elemen konduksi yang bisasanya dalam bentuk tabung atau lempengan  untuk memisahkan dua fluida.


Fungsi Heat Exchanger

Mengontrol sistem atau substansi temperatur dengan menambah atau menghilangkan energi
termal


Aplikasi

Biasa digunakan pada pemanas ruangan, mesin pendingin, pembangkit tenaga listrik, pabrik kimia, pabrik petrokimia, kilang minyak bumi, pengolahan limbah.
-Contoh : mesin pembakaran internal dimana air sebagai pendingin yang mengalir dalam radiator, dan udara mrlalui coil, sehingga air mendinginkan mesin, dan memanaskan udara yang masuk

Tipe - Tipe Heat Exchanger


-Klasifikasi heat exchanger ada 2 :
1. Berdasarkan tipe aliran
Berdasarkan tipe aliran ada 2 : Aliran parallel dan Aliran tabrakan
2. Berdasarkan tipe bentuk
Berdasarkan tipe konstruksi ada 3 :
Coil heat exchanger, plate heat exchanger, shell-and-tube heat exchanger

Baca Selengkapnya dalam bentuk 

Sumber :


Dasar Perawatan

Bagi seorang pembelajar refrigerasi dan tata udara diperlukan kemampuan untuk management perawatan, khususnya perawatan mesin pendingin dan tata udara berikut adalah dasar perawatan, materi ini merupakan materi pendahuluan mengenai perawatan, belum aplikasi perawatan pada mesin-mesin pendingin. silakan di download. 

let's learn and share ! :)

Januari 31, 2012

Cara Pengisian Refrigeran

Pengisian refrigeran dapat dilakukan dengan 2 cara :


  1. Pengisian refrigeran dalam bentuk cair
  2. Pengisian refrigeran dalam bentuk uap


Hal-hal yang Dilakukan Sebelum Pengisian Refrigeran


  1. Lakukan Pemvakuman
Sebelum pengisian refrigeran, pastikan dalam sistem pendingin baik AC maupun Kulkas [refrigerator] dalam keadaan vacuum yaitu keadaan dimana tidak ada udara maupun uap air di dalam sistem, dengan cara menurunkan tekanan hingga di bawah 1 atm, menggunakan Vacuum Pump.
Cara-cara Pemvakuman, baca selengkapnya

2. Pastikan Rangkaian sistem baik pemipaan atau yang lainnya masih terpasang dengan benar, dan pasang manifold gauge dengan ketentuan sebagai berikut
  • Selang masih terpasang dengan manifold gauge warna merah ke nipel tekanan tinggi,
  • Selang warna biru ke nipel tekanan rendah 
  • Selang warna hijau ke tangki refrigeran atau alat pengisi, dan katup tabung masih dalam keadaan tertutup.
3. Pastikan refrigeran yang akan digunakan mencukupi
4. Untuk menghindari kecelakaan pastikan yang berada disekitar mesin pendingin hanyalah alat yang dibutuhkan saja

Pengisian Refrigerant dalam bentuk cair :


 Gambar 1. Posisi tabung saat pengisian refrigeran fasa cair
  • Pastikan sistem dalam keadaan OFF
  • Balikkan tabung refrigeran menghadap kebawah agar isi refrigeran yang keluar dalam bentuk cair
  • Pasang manifold dan tabung refrigeran pada katup servis pada bagian tekanan rendah [masuk kompresor]
  • Buka katup tekanan tinggi yang berwarna merah, dan tutup katup tekanan rendah yang berwarna biru
  • Pastikan katup sevis dalam keadaan katup middle 
  • Periksa kaca pengintai sampai aliran refrigerant berhenti mengalir dan tutup keran.
  • Amati kedua pengukur tekanan, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama [dalam keadaan OFF]
Pengisian Refrigerant dalam bentuk uap :
  • Baliklah tabung refrigerant menghadap keatas agar isi refrigerant keluar dalam bentuk gas.


Gambar 2. Posisi tabung refrigeran saat pengisian refrigeran fasa uap
  • Operasikan mesin dan biarkan beberapa menit untuk mencapai steady state.
  • Hidupkan switch AC, dan amati pengukur tekanan manifold gauge tanda merah harus terlihat pada tekanan tinggi dan tanda biru pada tekanan rendah tetapi tidak dibawah 1 atm.
  • Pasang manifold dan tabung refrigeran pada katup servis bagian tekanan tinggi [keluaran kompresor]
  • Pastikan katup sevis dalam keadaan katup middle
  • Buka katup berwana biru [katup tekanan rendah], dan tutup katup berwarna merah [tekanan tinggi], buka sedikit demi sedikit katup manifold gauge warna biru [besar kecilnya  pembukaan akan mempengaruhi jumlah refrigerant yang mengalir dalam sistem].
    
Setelah posisi tabung dan pemasangan manifold, dan tabung refrigeran pada kedua proses di atas lakukan hal berikut ini :
  • Buka perlahan katup pada tabung refrigeran, amati tekanan yang sesuai dengan ketentuan refrigeran yang digunakan, atau perhatikan maksimal ampere pada name plate kompresor, jika tekanan atau ampere sudah menunjukan pada angka yang sesuai kapasitas maka tutup katup tabung refrigeran
  • Tutup katup manifold gauge, dan baca alat ukur tekanan rendah dan tekanan tinggi yang sesuai dengan kapasitas refrigeran
  • Putar katup servis dalam keadaan back seated
  • Amati kedua pengukur tekanan, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama [dalam keadaan mati]
  • Amati sight glass dan bila jumlah gelembung menjadi semakin sedikit dan lembut menunjukkan bahwa pengisian sudah cukup, atau agar tidak terjadi kelebihan refrigeran, nyalakan sistem, lihat Ampere pada name plat kompressor misalnya 2 Ampere, jika ampere meter menunjukan 2 A tutup katup pada tabung refrigeran.
Hati-hati terhadap sumber listrik, menggunakan manifold-gauge agar aman, dan menghindari kelebihan refrigeran. Selamat Mencoba. Semoga Berhasil.

Januari 30, 2012

Cara Pemvakuman Pada Sistem Pendingin


Tujuan Pemvakuman pada sistem pendingin (AC atau Kulkas) adalah mengkosongkan sistem dari udara dan uap air, 
dengan cara menurunkan tekanan dalam sistem hingga dibawah 1 atm. Alat yang dgunakan adalah Vacuum Pump. 
Setelah pemvakuman sistem pun dapat dicek kebocorannya. 
 Alat Vacum Pump :


Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Pastikan katup manifold gauge dalam keadaan menutup
2. Lakukam pemasangan Manifold Gauge ke kompresor dengan membuka katup service pada kompresor dengan bukaan katup dalam keadaan middle


  • Selang merah ke nipel tekanan tinggi
  • Selang biru ke nipel tekanan rendah 
  • Selang hijau ke pompa vakum

    Gambar. Pemasangan Vacuum Pump pada Kompresor

    3. Buka salah satu katup manifold dan operasikan pompa vakum

    4. Perhatikan skala pada Vacuum gauge, hingga menunjukkan angka +/- 600 mmHg ( 23,62 inHg; 80 kPa) 

    5. Buka katup manifold yang lain agar vakum bekerja dari dua sisi agar kerja vacuum pump lebih efisien

    6. Perhatikan kembali skala pada Vacuum gauge dan pastikan sistem telah bersih dari udara maupun uap air, dengan angka penunjuk berada pada angka 750 mmHg ( 29,53 in Hg; 99,98 kPa ) atau dibawah 1 atm

    7. Biarkan Vacuum pump tetap beroperasi kurang lebih selama 30 menit, agar membantu proses penguapan air di dalam sistem secara sempurna
         
    8. Tutup kedua katup manifold 

    9. Matikan pompa vakum

    Cek Kebocoran Setelah Pemvakuman

    1. Setelah pemvakuman, amati skala pressure gauge pada sistem kurang lebih 15 menit 

    2. Bila terjadi kenaikan tekanan pada pressure gauge maka dalam sistem pendingin masih terjadi kebocoran, karena udara dari luar sistem dengan tekanan lebih tinggi masuk ke dalam sistem

    3. Cari kebocoran dengan alat deteksi kebocoran atau dengan metoda mencari kebocoran, kebocoran  biasanya dibagian sambungan-sambungan nut, atau hasil las.


    Oktober 21, 2011

    Air Blast Freezer

    Banyak Macam-macam Freezer, diantaranya Air Blast Freezer. Silakan baca sendiri ya penjelasannya (maaf belum saya translate) :) selamat belajar. Let's Share!

    Oktober 20, 2011

    [FAQ] Solusi Cipratan Air pada AC

    Pertanyaan :
    Kasus I
    Bagaimana solusinya jika AC  menyimpratkan air dari Indoor?
    Kondisi : tekanan Freon normal pada 60 Psi, Evaporator dan Kondenser sudah dibersihkan, semua drainase normal.
    Kasus 2
    Apa sebabnya jika pada AC Central air menetes dari lubang disfuser dan ini terjadi di saat musim hujan ketika temperatur lebih dingin di saat musim panas?
    Kondisi : Unit AC normal di tekanan Freon dan Ampere Kompresor , Evaporator dan Kondensor tanpa kotoran.

    Jawaban 
    Kasus I : 
    1. Kondensasi terjadi jika Temperatur supply air < Temperatur dew point, desainer AC yang baik mendesain kondisi psikrometrik udara sesuai perhitungan cooling load yg benar agar Temperatur dew point < Temp. supply air di segala musim.
    2. Karena Evaporator dan Kondensor sudah bersih sehinnga kemungkinan bukan karena kotoran di dua komponen tersebut. Kejadian seperti ini tidak jarang dialami, bahkan pada AC baru, coba tekanan suction nya dinaikan (ditambah refrigerant), sekitar 5 psi, masih batas aman bagi R22
     Kasus II : 
    1.  Kemungkinan kondisi insulasinya terkelupas atau sobek
    2. Kemungkinan di saluran udara (ducting) terjadi kebocoran, cek flowrate dan static press. Coba pastikan udara di tiap-tiap outlet sudah sesuai dengan desain.

    [FAQ] Permasalahan Fan Indoor dan Fan Outdoor AC

    Pertanyaan : Ketika AC dinyalakan,
    Fan outdor bekerja bersamaan dengan kompresor atau bersamaan dengan fan indoor?
    Bermasalah ketika AC dinyalakan, beberapa menit kemudian fuse di stop kontak putus/mati.

    Jawaban:
    1. Fan outdoor beroperasi bersamaan dengan kompressor, Fuse di stop kontak biasanya 13 Ampere. Apabila putus kemungkinan arus yang melaluinya lebih dari 13 Amper. AC 2 pk ke atas disarankan jangan melalui stop kontak langsungke MCB.

    2. Biasanya AC fan indoor terlebih dahulu beroperasi, setelah beberapa detik fan outdor beroperasi

    Oktober 19, 2011

    Tekanan, Kerja, Daya, Energi, Unsur, Energi Dalam, Panas, Suhu dan Proses Gas Ideal

    Materi Fisika Dasar Untuk Refrigerasi Silakan Download disini. Referensi dari Dossat. Kalo download ijin yang mpunya ya.. paling engga comment. :D Semoga bermanfaat!

    September 14, 2011

    Sistem Pengukuran dan Istilah-Istilah Sistem Pengukuran

    Belajar Refrigerasi dan Tata Udara : Sistem Pengukuran

    Sistem Pengukuran merupakan gabungan aktivitas, prosedur, alat ukur, perangkat lunak, dan subjek yang bertujuan untuk mendapatkan data pengukuran terhadap karakteristik yang sedang di ukur. Pengukuran dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendapatkan data guna mengambil keputusan perlu atau tidaknya adjusting proses manufaktur, dan sarana untuk menentukan keterkaitan antara 2 variabel atau lebih.

    Dalam fisika dan teknik, pengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia nyata. Sedangkan alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Namun, seluruh alat pengukur dapat terkena error peralatan yang bervariasi. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran dinamakan metrologi.

    Sistem pengukuran sangat dibutuhkan dalam ilmu refrigerasi dan tata udara, karena hasil pengukuran merupakan suatu acuan dalam menentukan baik atau tidaknya sistem refrigerasi yang ada, bahkan untuk instalasi sistem refrigerasi pun memerlukan pengukuan.

    Ada beberapa kategori sistem pengukuran, di antaranya :
    1. Sistem Pengukuran Listrik
    2. Sistem Pengukuran Panjang
    3. Sistem Pengukuran Waktu
    4. Sistem pengukuran Berat

    Istilah-Istilah Sistem Pengukuran :


    A
    Akurasi
    Akurasi menyatakan seberapa dekat nilai hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya atau nilai yang dianggap benar. Jika tidak ada data sebenarnya atau nilai yang dianggap benar tersebut maka tidak mungkin untuk menentukan berapa akurasi pengukuran tersebut.

    Akurasi pengukuran atau pembacaan adalah istilah yang sangat relatif. Akurasi didefinisikan sebagai beda atau kedekatan antara nilai yang terbaca dari alat ukur dengan nilai sebenarnya. Dalam eksperiman, nilai sebenarnya yang tidak pernah diketahui diganti dengan suatu nilai standar yang diakui secara konvensional.

    G
    Gangguan
    Merupakan sinyal yang cenderung mengganggu nilai output sistem. Jika gangguan bangkit di dalam sistem maka disebut gangguan internal, sedangkan gangguan eksternal dihasilkan dari luar sistem.

    H
    Hysteresis
    Perbedaan output yang terjadi antara pemberian input menaik dan pemberian input menurun dengan besar nilai input sama. Hysteresis merupakan salah satu indikator repeatability.

    J 
    Jangkauan
    Beda modulus antara dua batas rentang nominal dari alat ukur.
    Contoh :
    Rentang nominal – 15V sampai 15 Volt. Jangkauan 30V.

    K
    Kalibrasi
    Serangkaian kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional penunjukan alat ukur atau menujukkan nilai yang diabadikan bahan ukur dengan cara membandingkannya dengan standar ukur yang tertelusuri ke standar nasional dan/atau international.

    Kehandalan
    Kesanggupan alat ukur untuk melaksanakan fungsi yang diisyaratkan untuk suatu periode yang ditetapkan.

    Keluaran
    Keluaran atau output adalah tanggapan sebenarnya yang didapatkan dari suatu sistem pengukuran.

    Kesalahan
    Beda aljabar antara nilai ukuran yang terbaca dengan nilai “sebenarnya“ dari objek yang diukur. Perubahan pada reaksi alat ukur dibagi oleh hubungan perubahan aksinya.

    Ketepatan
    Presisi menyatakan seberapa dekat nilai hasil dua kali atau lebih pengulangan pengukuran. Semakin dekat nilai-nilai hasil pengulangan pengukuran maka semakin presisi pengukuran tersebut.

    Kedekatan nilai-nilai pengukuran individual yang didistribusikan sekitar nilai rata-ratanya atau penyebaran nilai pengukuran individual dari nilai rata-ratanya. Alat ukur yang mempunyai presisi yang bagus tidak menjamin bahwa alat ukur tersebut mempunyai akurasi yang bagus.

    Ketertelusuran
    Terkaitnya hasil pengukuran pada standar nasional/internasional melalui peralatan ukur yang kinerjanya diketahui, standar-standar yang dimiliki laboratorium tempat pengukuran dilakukan dan kemampuan personil laboratorium tersebut.

    Ketidakpastian Pengukuran
    Perkiraan atau taksiran rentang dari nilai pengukuran di mana nilai sebenarnya dari besaran objek yang diukur terletak.

    Koreksi
    Suatu harga yang ditambahkan secara aljabar pada hasil dari alat ukur untuk memberi kompensasi penambahan pada kesalahan sistematik.

    L
    Linearitas
    Hubungan antara output dan input dapat diwujudkan dalam persamaan garis lurus. Linearitas sangat diinginkan karena segala perhitungan dapat dilakukan dengan mudah jika sensor dapat diwujudkan dalam persamaan garis lurus.

    M
    Masukan
    Masukan atau input adalah rangsangan dari luar yang diterapkan ke sebuah sistem untuk memperoleh tanggapan tertentu dari sistem pengukuran. Masukan juga sering disebut respon keluaran yang diharapkan.

    P
    Pengukuran
    Serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai suatu besaran dalam bentuk angka atau kuantitatif. Jadi mengukur adalah suatu proses mengaitkan angka secara empirik dan objektif pada sifat-sifat objek atau kejadian nyata sehingga angka yang diperoleh tersebut dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai objek atau kejadian yang diukur.

    Presisi
    Istilah untuk menggambarkan tingkat kebebasan alat ukur dari kesalahan acak. Jika pengukuran individual dilakukan berulang-ulang, maka sebaran hasil pembacaan akan berubah-ubah disekitar nilai rata-ratanya.

    Presisi tinggi dari alat ukur tidak mempunyai implikasi terhadap akurasi pengukuran. Alat ukur yang mempunyai presisi tinggi belum tentu alat ukur tersebut mempunyai akurasi tinggi. Akurasi rendah dari alat ukur yang mempunyai presisi tinggi pada umumnya disebabkan oleh bias dari pengukuran, yang bisa dihilangkan dengan kalibrasi.

    Dua istilah yang mempunyai arti mirip dengan presisi adalah repeatability dan reproducibility. Repeability digunakan untuk menggambarkan kedekatan keluaran pembacaan bila dimasukkan yang sama digunakan secara berulang-ulang pada periode waktu yang singkat pada kondisi dan lokasi pengukuran yang sama, dan dengan alat ukur yang sama. Reproducibility digunakan untuk menggambar kedekatan keluaran pembacaan bila masukan yang sama digunakan secara berulang-ulang.

    Persamaan pada keduanya adalah menggambarkan sebaran keluaran pembacaan induvidual untuk masukan yang sama. Sebaran akan mengacu pada repeatability bila kondisi pengukurannya tetap, dan akan mengacu reproducibility kondisi pengukurannya berubah.

    Derajat repeatability dan reproducibility dalam pengukuran hanya merupakan alternatif untuk mengekspresikan presisi dari sebuah alat ukur.

    R
    Rentang ukur
    Besar daerah ukur antara batas ukur bawah dan batas ukur atas.

    Repeatabilitas
    Kemampuan alat ukur untuk menunjukkan hasil yang sama dari proses pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dan identik.

    Reproducibility
    Lihat Presisi

    Resolusi
    Perubahan terkecil dari besaran yang diukur, dimana alat ukur masih memberikan tanggapan. Besar pernyataan dari kemampuan peralatan untuk membedakan arti dari dua tanda harga atau skala yang paling berdekatan dari besaran yang ditunjukkan.

    S
    Sensitivitas
    Perbandingan keluaran terhadap perubahan besaran yang diukur. Suatu alat yang peka akan memberikan tanggapan atau respon yang besar jika besaran yang diukur mengalami perubahan sedikit.

    Sensor
    Bagian atau elemen dari alat ukur yang secara langsung berhubungan dengan objek yang terukur.


    Spesifikasi Dinamis
    Menunjukkan seberapa baik respon sensor terhadap perubahan pada inputnya secara kontinyu dan teratur.

    T
    Transduser
    Bagian dari alat ukur untuk mengubah atau mengkonveksikan suatu bentuk energi atau besaran fisik yang diterimanya kedalam bentuk energi yang lain atau unit pengalih sinyal, sehingga mudah diolah oleh peralatan berikutnya.

    Suatu contoh mengubah sinyal gerakan mekanis menjadi energi listrik yang terjadi pada peristiwa pengukuran getaran. Terkadang antara transmiter dan tranduser dirancukan, keduanya memang mempunyai fungsi serupa. Transduser lebih bersifat umum, namun transmiter pemakaiannya pada sistem pengukuran.

    Juli 28, 2012

    TABEL U ROOF WITH SUSPENDED CEILING DAN WITHOUT SUSPENDED CEILING


    Table  Cooling Load Temperature Difference for Calculating Cooling Load from Flat Roofs. Sesuai judulnya ini tabel untuk menentukan CLTD, sebetulnya tabel ini sangat lengkap dengan solar time, heat capacity, CLTD, namun saya hanya fokus pada U value nya saja. U-value dapat dilihat dari pada kolom ke-4 untuk Roof Without Suspended Ceiling dan pada kolom ke-6 untuk Roof With Suspended Ceiling.

     Table  1.1 Cooling Load Temperature Difference for Calculating Cooling Load from Flat Roofs



    MENENTUKAN R DAN U PADA ATAP [ROOF WITHOUT SUSPENDED CEILING]

    Membantu seorang sahabat di pulau seberang yang menanyakan mengenai cooling load calculation berdasarkan ASHRAE, karena alasan sumber dari internet banyak sekali versinya, maka dari itu saya akan mengulas mengenai hal yang sering menjadi pertanyaan untuk menentukan beban pendingin, yaitu untuk menentukan Rtotal atau resistansi termal total dari lapisan-lapisan atap yang terkena sinar matahari. Saya mengambil sumber dari buku COOLING AND HEATING LOAD CALCULATION MANUAL.

    1. Tentukan Tipe Atap, ASHRAE membagi atap menjadi 13 tipe [Lihat tabel 1.1 atau bisa dilihat dibuku ASHRAE yang saya sebutkan diatas pada tabel 3.7 Roof Construction Code
    2. Berdasarkan tabel Roof Contruction Code, dapat dilihat pada kolom ke-3 Code Number of layer, Code Number of layer menunjukan jenis-jenis lapisan pada atap
    3. Code Number of layer menunjukan jenis lapisan atap yang nilai hambatan termalnya ada pada
    tabel 1.2 atau bisa dilihat dibuku ASHRAE pada table 3.11 Thermal Properties and Code Number of Layers Used in Calculation of Coefficient for Roof and Wall 

    Contoh : 
    Tipe Atap [Roof No. 6] dengan deskripsi 4-in l.w. concrete, without suspended ceiling, code number A0, E2, E3, C15, E0, silakan lihat pada table 1.2 Kolom Ke-7 [R] yaitu resistansi termal.
    A0-R= 0.333 (hr.ft^2. degF)/Btu
    E2-R= 0.050 (hr.ft^2. degF)/Btu
    E3-R= 0.285 (hr.ft^2. degF)/Btu
    C15-R= 5.0 (hr.ft^2. degF)/Btu
    E0-R= 0.685 (hr.ft^2. degF)/Btu

    Rtotal = 0.333+0.050+0.285+5.0+0.685= 6.35 (hr.ft^2. degF)/Btu
    U      = 1/Rtotal = 0.16 Btu/(hr.ft^2.degF)


    Catatan : Untuk Roof With Suspended Ceiling akan saya bahas di post selanjutnya.




    Dilihat dari table 1.1 Roof Construction Code

    table 1.2 Thermal Properties and Code Number of Layers Used in Calculation of Coefficient for Roof and Wall
    Units :
     L=ft                                              K= Btu/(hr.ft. degF)                  D= lb/ft^3          WTxSH= Btu/(ft^2.F)
     SH= Btu/(lb degF)                        R=(hr.ft^2. degF)/Btu                WT= lb/ft^2


    Juli 12, 2012

    Komponen Kelistrikan Mesin Pendingin




    Komponen pendukung sistem kelistrikan yang baiasanya ada pada kulkas, di antaranya :

    1.MCB
    2.Voltmeter
    3.Amperemeter
    4.Wattmeter
    5.Time delay relay
    6.Lever switch
    7.Kontaktor
    8.Junction terminal
    9.Saklar

    Secara keseluruhan, rangkaian kelistrikan pada sistem terbagi dalam dua bagian, yaitu :
    1. Rangkaian daya
    2. Rangkaian control


    RANGKAIAN DAYA

    Rangkaian daya merupakan rangkaian pokok dari suatu sistem kelistrikan. Komponen yang digunakan juga merupakan komponen yang terkendali. Dalam rangkaian daya ini terdapat satu buah motor kompresor yang dihubungkan dengan kontaktor yang teraliri arus pada rangkaian kontrol. Selain motor kompresor, terdapat beberapa komponen lain seperti termometer digital, pilot lamp untuk sumber arus pada sistem, ampere meter, voltmeter, dan wattmeter pada saluran rangkaian daya yang dilengkapi dengan switch MCB sebagai saklar on/off arus pada sistem.

    MCB [Miniatur Circuit Breaker] digunakan untuk pengaman terhadap beban lebih atau arus hubung singkat. Maka jika terjadi arus beban yang berlebih/hubung singkat, maka MCB ini akan bekerja sesuai fungsinya yaitu memutuskan rangkaian dari sumber tegangan. 

    Volt-meter berfungsi untuk mengukur besarnya tegangan listrik yang dipakai pada sistem. Dalam hal ini besar tegangan listrik yang terjadi adalah  220 volt. 

    Ampere-meter berfungsi untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir pada sistem. Semakin tinggi perbedaan tekanan pada sisi tekanan tinggi dan sisi tekanan rendah pada sistem, maka arus yang terjadi akan semakin besar. Ampere-meter juga bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan banyaknya refrigerant yang dimasukan ke kompresor. Jika jarum ampere meter telah menunjukan arus sebesar 2.5  3.0 maka refrigeran telah cukup.

    Watt-meter adalah alat untuk mengukur besarnya jumlah kerja/daya input yang digunakan untuk menjalankan sistem khususnya pada kerja motor kompressor dan kumparan solenoid valve.

    RANGKAIAN KONTROL
    Rangkaian kontrol merupakan bagian yang mengontrol sistem kelistrikan, dalam pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dan komponennya terpasang terpisah dengan rangkaian daya. Pada rangkaian kontrol ini terdapat beberapa komponen yang digunakan seperti saklar [toggle dan MCB] kontaktor, delay timer, HLP, fault pilot lamp [sebagai indikasi jika HLP bekerja], solenoid valve dengan pilot lampnya, switch on / off  rangkaian kontrol.

    Time Delay Relay adalah alat yang berfungsi untuk menunda arus awal yang besar yang masuk kedalam alat-alat ukur yang mempunyai tahanan dalam rendah, sehingga dapat menghindari kerusakan yang mungkin terjadi dalam alat tersebut. Dalam trainer ini timer yang digunakan adalah timer on delay relay berfungsi untuk menunda arus awal yang cukup besar masuk ke dalam alat-alat ukur yang mempunyai tahanan dalam rendah.

    Kontaktor adalah komponen listrik yang berfungsi untuk melewatkan arus menuju komponen yang dituju dengan menggunakan saklar on/off sebagai prinsip kerjanya. Kerja kontaktor ini berdasarkan pada suatu kumparan yang dialiri arus, yang mana saklar N/O atau N/C akan membuka atau menutup sesuai dengan ada atau tidaknya arus yang masuk di dalamnya.

    Junction Terminal pada dasarnya hanya sebagai penghantar arus listrik dari dan menuju alat-alat kontrol. Alat ini memudahkan kita untuk menghubungkan kabel yang terlalu banyak jumlahnya.

    Pilot Lamp digunakan sebagai lampu indikator bahwa sistem atau komponen yang dihubungkan paralel dengannya sudah bekerja. 

    Lever Switch [Saklar Togle] adalah alat yang digunakan sebagai saklar untuk mematikan atau menghidupkan sistem secara manual. Switch yang sering digunakan merupakan switch jenis togle dengan pengunci. Switch tersebut mempunyai satu pole atau dua pole.

    By : Intan Dian Heryani
    ASHRAE STUDENT 2012

    Juli 11, 2012

    Bukaan Katup Manifold Gauge

    Manifold gauge adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi tekanan biasanya alat ini digunakan untuk membantu saat pemvakuman dan pengisian refrigeran ke dalam sistem.

    Katup Manifold Gauge
    Katup manifold gauge berfungsi untuk membuka dan menutup aliran refrigeran/gas, secara skematis, dijelaskan dalam gambar, sebagai berikut           :


    A. Kedua katup [merah maupun biru] dalam keadaan tertutup
    Pada keadaan ini kedua manifold gauge mengukur tekanan pada masing-masing saluran




    B. Katup merah [katup aliran tekanan tinggi] dan katup kuning [katup tengah] di buka
    Pada keadaan ini terjadi aliran dari tekanan tengah dan saluran kanan




    C. Katup biru [katup aliran tekanan rendah] dan katup kuning [katup tengah] di buka

    Pada keadaan ini terjadi aliran dari tekanan tengah dan saluran kanan

    D.Jika kedua katup dibuka maka akan terjadi hubungan tekanan rendah dan tekanan tinggi, jika saluran katup kuning [katup tengah] pun dibuka maka adanya hubungan aliran dari ketiga saluran

    Pengaturan pembukaan katup ini berfungsi untuk mengatur kapan saat pemvakuman atau penambahan refrigeran ke dalam sistem.

    By : Intan Dian Heryani
    ASHRAE STUDENT 2012 - 2013

    Juli 10, 2012

    Mendeteksi Kebocoran Pada Sistem Mesin Pendingin




    Untuk mendeteksi kebocoran pada sistem dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain :


    A.Metoda Air Sabun [Soap Bubbles]
    Cara ini merupakan cara yang paling sederhana untuk mendeteksi kebocoran pada sistem, alat dan bahan yang digunakan :
    •Air ditambah sabun secukupnya
    •Tempat air sabun
    •Kain


    Cara untuk metode air sabun, sebagai berikut :
    1.Pastikan sistem dalam keadaan tidak vacuum [tekanan sistem harus di atas 1 atm]
    2.Sistem boleh dalam keadaan beroperasi ataupun tidak
    3.Basahi kain dengan air sabun
    4.Tempelkan pada bagian-bagian yang rentan terhadap kebocoran, biasanya dibagian sambungan pipa dengan pipa, pipa dengan komponen, baik di sekitar nut maupun hasil lasan, bagian-bagian yang biasa bocor bukan hanya dibagian sambungan saja, perhatikan pada komponen-komponen lain pun berpotensi terhadap kebocoran
    5.Perhatikan permukaan yang terkena air sabun, jika ada gelembung-gelembung seperti ada udara yang meniup gelembung udara, maka dapat dipastikan di bagian tersebut ada kebocoran, baik karena lubang, atau penutupan nut yang kurang kencang





    B.Memberikan tekanan pada beberapa komponen lalu direndam dalam air


    Memberikan tekanan biasanya dengan nitrogen, karena jika nitrogen terbuang tidak merusak lingkungan dan tidak dapat bereaksi dengan air, direndam di air tujuannya untuk mendeteksi lubang yang mengalami kebocoran, metoda ini dapat dilakukan pada komponen-komponen saja contohnya: evaporator, dan kondenser, jangan lakukan pada filter drier.




    C.Alat pencari kebocoran dengan nyala api [Halida Torch]


    Halida torch akan menyalakan api jika ada bagian sistem yang bocor, caranya hanya mendekatkan sensor halida torch ke bagian-bagian sistem.


    D.Alat pencari kebocoran elektronik [Electronic Leak Detector]


    Electronic Leak Detector cara penggunaannya sama dengan halida torch, namun berbeda reaksi ketika mendeteksi saja, biasanya electronic leak detector akan berbunyi jika mendeteksi kebocoran


    E.Mencari Kebocoran dengan zat pewarna


    Dengan memasukan gas atau zat berwarna kedalam sistem, tentunya zat yang tidak bereaksi dengan bahan-bahan yang digunakan dalam sistem, hal ini dilakukan agar saat terjadi kebocoran, gas yang keluar terlihat karena berwarna





    Katup Servis [Service Valve]



    Katup ini berfungsi untuk menyambungkan komponen dan katup yang digunakan untuk pengisian refrigeran atau pemvakuman sistem. Katup servis biasanya berada di saluran suction kompresor atau disaluran pipa cair [liquid line], menyatu dengan liquid receiver.


    Pada gambar di atas katup servis dipasang di discharge kompresor atau di liquid receiver. Konstruksi katup servis ada yang terdiri dari 3 atau 4 saluran, namun pada gambar ini katup servis dengan 3 saluran.

    Posisi 1
    Saluran ini dihubungkan ke pompa vakum saat pemvakuman, dan saat melakukan pengisian refrigeran dihubungkan ke tabung refrigeran

    Posisi 2
    Saluran yang dihubungkan ke discharge line, saluran ke kondensor [atau ke pipa liquid line, jika katup servis berada di liquid receiver]

    Posisi 3
    Dihubungkan dengan dicharge kompresor [atau di liquid receiver]

    Katup servis dilengkapi juga dengan katup yang bisa diatur dengan pemutar baud pengatur [valve steam], dengan menggunakan kunci ratchet.
    Posisi katup servis ada 3, di antaranya :

    Back Stead
    Untuk keadaan normal, posisi katup adalah back seated yang menghubungkan saluran 2 dan 3.


    Mid Positioned
    Mid positioned [cracked] adalah posisi katup untuk pemvakuman dan pengisian refrigeran

    mengatur posisi mid ini, dengan cara sebagai berikut :
    a)Putar pemutar baud pada katup servis menggunakan ratchet, putar ke kanan/ke kiri hingga katup pada posisi back/front [pastikan pemutar sudah tidak dapat diputar kembali]


    b)Lalu kembali putar dengan arah berlawanan, kali ini hitung jumlah putaran yang dilakukan untuk mencapai keadaan katup front/back [dalam keadaan tidak bisa diputar lagi]


    c)Jumlah putaran tersebut dibagi dua, maka putar lagi katup berlawanan arah dengan sebelumnya, sebanyak jumlah putaran yang telah dibagi 2 tadi, maka dengan cara ini posisi katup dalam keadaan mid steated



    Front Seated 

    posisi katup berada dibagian depan, yang salah satu kegunaannya digunakan saat pump down


    Aplikasi Refrigerasi


    Aplikasi refrigerasi hampir meliputi seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Seperti yang sudah banyak orang ketahui aplikasi refrigerasi adalah mesin pembuat es, padahal banyak di bidang lain yang menggunakan aplikasi refrigerasi. 
    Penerapan mesin pendingin dibagi menjadi 5 [lima] kelompok bidang, di antaranya :
    1. Refrigerasi domestik
    2. Refrigerasi komersial
    3. Refrigerasi industri
    4. Refrrigerasi transportasi
    5. Tata udara industri dan tata udara kenyamanan


    REFRIGERASI DOMESTIK

    Refrigerasi domestik biasanya memiliki bentuk yang kecil, yang dayanya berkisar antara 35 W sampai 375 W, seperti lemari es yang biasa dipakai dirumah tangga

    REFRIGERASI INDUSTRI/KOMERSIAL
    Refrigerasi industri atau komersial sebenarnya kedua bidang ini berbeda, namun bisa disebut dalam satu kategori, maka dari itu untuk membedakannya biasaya refrigerasi industri lebih besar kapasitasnya dibandingkan refrigerasi komersial, dan untuk refrigerasi industri memerlukan staf yang ahli dalam pengoprasiannya.
    Contoh industri yang menerapkan refrigerasi diantaranya pabrik susu, pabrik anggur dan bir, minyak, industri makanan, industri kimia, industri semen, pabrik karet, industri penyulingan, industri bahan konstruksi bangunan, tekstil, kertas, industri logam, dan industri yang lainnya.

    REFRIGERASI TRANSPORTASI
    Aplikasi sistem refrigerasi yang dalam bidang transportasi sangat diperlukan seperti pendingin pada kereta api, pesawat terbang, truk pembawa sayuran, baik untuk jarak yang jauh maupun pengiriman jenis lainnya.


    TATA UDARA
    Pengkondisian udara ruangan yang melibatkan pengendalian temperatur ruangan, kelembaban, pergerakan aliran udara, dan kebersihan udara.
    Tata udara dibagi menjadi 2 [dua] jenis yaitu :
    1. Tata udara industri
    2. Tata udara kenyamanan

    TATA UDARA INDUSTRI
    Tata udara yang fungsi utamanya untuk keperluan industri, misalnya :
    Pengendalian variasi ukuran dari produk
    Ukuran bergantung pada pemuaian dan pengerutan akibat naik atau turunnya temperatur 
    Pengendalian kadar uap air suatu bahan
    Pengendalian laju reaksi kimia dan biokimia
    Menciptakan udara yang bersih dan steril pada proses produksi yaitu dengan cara menyaring udara masuk ke ruangan




    by : Intan Dian Heryani

    April 07, 2012

    Cara Membuat Bahan Insulasi : Poliuretana


    Poliuretan atau polyurethane biasa dipakai untuk bahan  isolasi temperatur pada mesin pendingin [Kulkas, coldsotage dan ruangan pendingin yang lain], biasanya digunakan sebagai bahan penyerap suara, ringan, dan rigrid [tidak fleksibel] sebagai bahan konstruksi


    Karakteristik :
    polyurethane sangat ringan. 
    Berat jenis : 36 Kg/m3
    koefisien rambatan panas yang dihasilkan oleh polyurethane hanya sekitar 0,017. Itu pertanda bahwa setelah ditempeli polyurethane, kapasitas panas yang diteruskan ke suatu bangunan sangat sedikit


    Macam-macam jenis poliuretan dan kegunaannya :


    Busa fleksibel kepadatan [density] rendah yang digunakan dalam bekleding dan bedding,
    Elastomer padat yang empuk yang digunakan untuk bantalan gel serta penggiling cetakan, dan
    Busa kaku berdensitas rendah yang digunakan untuk isolasi termal dan dasboard mobil,
    Plastik padat yang keras yang digunakan sebagai bagian struktural dan bezel instrumen elektronik.


    Aplikasi dan Cara Pembuatannya:


    1. Cairan kimia cair ISOCYNATE dan POLYOL disemprotkan ke media aplikasi yang diinginkan. Misalnya: dinding, ruang Karaoke, tangki(untuk pelapisan), dan dak beton. 
    2. Setelah disemprotkan, cairan tadi akan mengering dalam hitungan detik. bereaksi dengan membentuk foam. Gelembung itu lalu menempel erat di permukaan bangunan. 
    3. Diamkan sampai benar-benar mengeras, usahakan tidak menyentuh permukaan poliuretan yang masih basah, karena sulit menghilangkannya dari kulit


    Gelembung/foam itulah yang lalu bekerja sebagai penahan rambatan panas, penahan bocor, dan peredam suara. Gelembung tersebut pun cocok menjadi pengganti bahan insulator lain yang sudah ada.




    Poliuretan dapat digunakan dirumah untuk mencegah panas yang masuk ke dalam rumah sehingga rumah tidak panas, caranya :
    1. Polyurethane di semprotkan ke bagian atas dak rumah di tiap bagian yang langsung terkena sinar matahari 
    2. Cairan akan mengeras dan menjadi isulator panas matahari yang masuk ke dalam rumah 


    bahan penahan pipa air, alat transport berpendingin, serta pendingin untuk industri maupun rumah tangga. Polyurethane, bahan yang sangat mirip dengan busa, juga banyak digunakan untuk flotation dan pengaturan energi.


    Kegunaan Poliuretana [Polyurethane] :


    pada cairan pelapis dan cat
    elastomer keras seperti pada roda roller blade
    penyekat berbahan keras
    busa lentur yang lembut
    serat elastis, 
    sebagai kulit utuh


    Pelapisan dek beton
    Dinding partisi
    Pelapisan room condensor
    Pelapisan Tanki
    Gardu listrik & Genset


    Pelapisan diatas plafon
    Pelapisan dinding dalam
    Cold storage
    Pelapisan runag karaoke


    Contoh Potongan Dinding Cold Storage 
























    Sumber : 
    Wikipedia

    Maret 29, 2012

    Heat Exchanger [Alat Penukar Kalor]

    Definisi

    Heat Exchanger [Alat Penukar Kalor] atau biasa disebut alat penukar panas adalah alat yang dibangun untuk efisiensi perpindahan panas dari satu medium ke medium lainnya yang dipisahkan oleh dinding yang solid, sehingga tidak ada kontak langsung dan tidak bercampur
    Alat yang membantu perpindahan panas dari fluida panas ke fluida dingin tanpa ada kontak langsung, selalu menggunakan elemen konduksi yang bisasanya dalam bentuk tabung atau lempengan  untuk memisahkan dua fluida.


    Fungsi Heat Exchanger

    Mengontrol sistem atau substansi temperatur dengan menambah atau menghilangkan energi
    termal


    Aplikasi

    Biasa digunakan pada pemanas ruangan, mesin pendingin, pembangkit tenaga listrik, pabrik kimia, pabrik petrokimia, kilang minyak bumi, pengolahan limbah.
    -Contoh : mesin pembakaran internal dimana air sebagai pendingin yang mengalir dalam radiator, dan udara mrlalui coil, sehingga air mendinginkan mesin, dan memanaskan udara yang masuk

    Tipe - Tipe Heat Exchanger


    -Klasifikasi heat exchanger ada 2 :
    1. Berdasarkan tipe aliran
    Berdasarkan tipe aliran ada 2 : Aliran parallel dan Aliran tabrakan
    2. Berdasarkan tipe bentuk
    Berdasarkan tipe konstruksi ada 3 :
    Coil heat exchanger, plate heat exchanger, shell-and-tube heat exchanger

    Baca Selengkapnya dalam bentuk 

    Sumber :


    Dasar Perawatan

    Bagi seorang pembelajar refrigerasi dan tata udara diperlukan kemampuan untuk management perawatan, khususnya perawatan mesin pendingin dan tata udara berikut adalah dasar perawatan, materi ini merupakan materi pendahuluan mengenai perawatan, belum aplikasi perawatan pada mesin-mesin pendingin. silakan di download. 

    let's learn and share ! :)

    Januari 31, 2012

    Cara Pengisian Refrigeran

    Pengisian refrigeran dapat dilakukan dengan 2 cara :


    1. Pengisian refrigeran dalam bentuk cair
    2. Pengisian refrigeran dalam bentuk uap


    Hal-hal yang Dilakukan Sebelum Pengisian Refrigeran


    1. Lakukan Pemvakuman
    Sebelum pengisian refrigeran, pastikan dalam sistem pendingin baik AC maupun Kulkas [refrigerator] dalam keadaan vacuum yaitu keadaan dimana tidak ada udara maupun uap air di dalam sistem, dengan cara menurunkan tekanan hingga di bawah 1 atm, menggunakan Vacuum Pump.
    Cara-cara Pemvakuman, baca selengkapnya

    2. Pastikan Rangkaian sistem baik pemipaan atau yang lainnya masih terpasang dengan benar, dan pasang manifold gauge dengan ketentuan sebagai berikut
    • Selang masih terpasang dengan manifold gauge warna merah ke nipel tekanan tinggi,
    • Selang warna biru ke nipel tekanan rendah 
    • Selang warna hijau ke tangki refrigeran atau alat pengisi, dan katup tabung masih dalam keadaan tertutup.
    3. Pastikan refrigeran yang akan digunakan mencukupi
    4. Untuk menghindari kecelakaan pastikan yang berada disekitar mesin pendingin hanyalah alat yang dibutuhkan saja

    Pengisian Refrigerant dalam bentuk cair :


     Gambar 1. Posisi tabung saat pengisian refrigeran fasa cair
    • Pastikan sistem dalam keadaan OFF
    • Balikkan tabung refrigeran menghadap kebawah agar isi refrigeran yang keluar dalam bentuk cair
    • Pasang manifold dan tabung refrigeran pada katup servis pada bagian tekanan rendah [masuk kompresor]
    • Buka katup tekanan tinggi yang berwarna merah, dan tutup katup tekanan rendah yang berwarna biru
    • Pastikan katup sevis dalam keadaan katup middle 
    • Periksa kaca pengintai sampai aliran refrigerant berhenti mengalir dan tutup keran.
    • Amati kedua pengukur tekanan, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama [dalam keadaan OFF]
    Pengisian Refrigerant dalam bentuk uap :
    • Baliklah tabung refrigerant menghadap keatas agar isi refrigerant keluar dalam bentuk gas.


    Gambar 2. Posisi tabung refrigeran saat pengisian refrigeran fasa uap
    • Operasikan mesin dan biarkan beberapa menit untuk mencapai steady state.
    • Hidupkan switch AC, dan amati pengukur tekanan manifold gauge tanda merah harus terlihat pada tekanan tinggi dan tanda biru pada tekanan rendah tetapi tidak dibawah 1 atm.
    • Pasang manifold dan tabung refrigeran pada katup servis bagian tekanan tinggi [keluaran kompresor]
    • Pastikan katup sevis dalam keadaan katup middle
    • Buka katup berwana biru [katup tekanan rendah], dan tutup katup berwarna merah [tekanan tinggi], buka sedikit demi sedikit katup manifold gauge warna biru [besar kecilnya  pembukaan akan mempengaruhi jumlah refrigerant yang mengalir dalam sistem].
        
    Setelah posisi tabung dan pemasangan manifold, dan tabung refrigeran pada kedua proses di atas lakukan hal berikut ini :
    • Buka perlahan katup pada tabung refrigeran, amati tekanan yang sesuai dengan ketentuan refrigeran yang digunakan, atau perhatikan maksimal ampere pada name plate kompresor, jika tekanan atau ampere sudah menunjukan pada angka yang sesuai kapasitas maka tutup katup tabung refrigeran
    • Tutup katup manifold gauge, dan baca alat ukur tekanan rendah dan tekanan tinggi yang sesuai dengan kapasitas refrigeran
    • Putar katup servis dalam keadaan back seated
    • Amati kedua pengukur tekanan, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama [dalam keadaan mati]
    • Amati sight glass dan bila jumlah gelembung menjadi semakin sedikit dan lembut menunjukkan bahwa pengisian sudah cukup, atau agar tidak terjadi kelebihan refrigeran, nyalakan sistem, lihat Ampere pada name plat kompressor misalnya 2 Ampere, jika ampere meter menunjukan 2 A tutup katup pada tabung refrigeran.
    Hati-hati terhadap sumber listrik, menggunakan manifold-gauge agar aman, dan menghindari kelebihan refrigeran. Selamat Mencoba. Semoga Berhasil.

    Januari 30, 2012

    Cara Pemvakuman Pada Sistem Pendingin


    Tujuan Pemvakuman pada sistem pendingin (AC atau Kulkas) adalah mengkosongkan sistem dari udara dan uap air, 
    dengan cara menurunkan tekanan dalam sistem hingga dibawah 1 atm. Alat yang dgunakan adalah Vacuum Pump. 
    Setelah pemvakuman sistem pun dapat dicek kebocorannya. 
     Alat Vacum Pump :


    Langkah-langkahnya sebagai berikut :
    1. Pastikan katup manifold gauge dalam keadaan menutup
    2. Lakukam pemasangan Manifold Gauge ke kompresor dengan membuka katup service pada kompresor dengan bukaan katup dalam keadaan middle


    • Selang merah ke nipel tekanan tinggi
    • Selang biru ke nipel tekanan rendah 
    • Selang hijau ke pompa vakum

      Gambar. Pemasangan Vacuum Pump pada Kompresor

      3. Buka salah satu katup manifold dan operasikan pompa vakum

      4. Perhatikan skala pada Vacuum gauge, hingga menunjukkan angka +/- 600 mmHg ( 23,62 inHg; 80 kPa) 

      5. Buka katup manifold yang lain agar vakum bekerja dari dua sisi agar kerja vacuum pump lebih efisien

      6. Perhatikan kembali skala pada Vacuum gauge dan pastikan sistem telah bersih dari udara maupun uap air, dengan angka penunjuk berada pada angka 750 mmHg ( 29,53 in Hg; 99,98 kPa ) atau dibawah 1 atm

      7. Biarkan Vacuum pump tetap beroperasi kurang lebih selama 30 menit, agar membantu proses penguapan air di dalam sistem secara sempurna
           
      8. Tutup kedua katup manifold 

      9. Matikan pompa vakum

      Cek Kebocoran Setelah Pemvakuman

      1. Setelah pemvakuman, amati skala pressure gauge pada sistem kurang lebih 15 menit 

      2. Bila terjadi kenaikan tekanan pada pressure gauge maka dalam sistem pendingin masih terjadi kebocoran, karena udara dari luar sistem dengan tekanan lebih tinggi masuk ke dalam sistem

      3. Cari kebocoran dengan alat deteksi kebocoran atau dengan metoda mencari kebocoran, kebocoran  biasanya dibagian sambungan-sambungan nut, atau hasil las.


      Oktober 21, 2011

      Air Blast Freezer

      Banyak Macam-macam Freezer, diantaranya Air Blast Freezer. Silakan baca sendiri ya penjelasannya (maaf belum saya translate) :) selamat belajar. Let's Share!

      Oktober 20, 2011

      [FAQ] Solusi Cipratan Air pada AC

      Pertanyaan :
      Kasus I
      Bagaimana solusinya jika AC  menyimpratkan air dari Indoor?
      Kondisi : tekanan Freon normal pada 60 Psi, Evaporator dan Kondenser sudah dibersihkan, semua drainase normal.
      Kasus 2
      Apa sebabnya jika pada AC Central air menetes dari lubang disfuser dan ini terjadi di saat musim hujan ketika temperatur lebih dingin di saat musim panas?
      Kondisi : Unit AC normal di tekanan Freon dan Ampere Kompresor , Evaporator dan Kondensor tanpa kotoran.

      Jawaban 
      Kasus I : 
      1. Kondensasi terjadi jika Temperatur supply air < Temperatur dew point, desainer AC yang baik mendesain kondisi psikrometrik udara sesuai perhitungan cooling load yg benar agar Temperatur dew point < Temp. supply air di segala musim.
      2. Karena Evaporator dan Kondensor sudah bersih sehinnga kemungkinan bukan karena kotoran di dua komponen tersebut. Kejadian seperti ini tidak jarang dialami, bahkan pada AC baru, coba tekanan suction nya dinaikan (ditambah refrigerant), sekitar 5 psi, masih batas aman bagi R22
       Kasus II : 
      1.  Kemungkinan kondisi insulasinya terkelupas atau sobek
      2. Kemungkinan di saluran udara (ducting) terjadi kebocoran, cek flowrate dan static press. Coba pastikan udara di tiap-tiap outlet sudah sesuai dengan desain.

      [FAQ] Permasalahan Fan Indoor dan Fan Outdoor AC

      Pertanyaan : Ketika AC dinyalakan,
      Fan outdor bekerja bersamaan dengan kompresor atau bersamaan dengan fan indoor?
      Bermasalah ketika AC dinyalakan, beberapa menit kemudian fuse di stop kontak putus/mati.

      Jawaban:
      1. Fan outdoor beroperasi bersamaan dengan kompressor, Fuse di stop kontak biasanya 13 Ampere. Apabila putus kemungkinan arus yang melaluinya lebih dari 13 Amper. AC 2 pk ke atas disarankan jangan melalui stop kontak langsungke MCB.

      2. Biasanya AC fan indoor terlebih dahulu beroperasi, setelah beberapa detik fan outdor beroperasi

      Oktober 19, 2011

      Tekanan, Kerja, Daya, Energi, Unsur, Energi Dalam, Panas, Suhu dan Proses Gas Ideal

      Materi Fisika Dasar Untuk Refrigerasi Silakan Download disini. Referensi dari Dossat. Kalo download ijin yang mpunya ya.. paling engga comment. :D Semoga bermanfaat!

      September 14, 2011

      Sistem Pengukuran dan Istilah-Istilah Sistem Pengukuran

      Belajar Refrigerasi dan Tata Udara : Sistem Pengukuran

      Sistem Pengukuran merupakan gabungan aktivitas, prosedur, alat ukur, perangkat lunak, dan subjek yang bertujuan untuk mendapatkan data pengukuran terhadap karakteristik yang sedang di ukur. Pengukuran dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendapatkan data guna mengambil keputusan perlu atau tidaknya adjusting proses manufaktur, dan sarana untuk menentukan keterkaitan antara 2 variabel atau lebih.

      Dalam fisika dan teknik, pengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia nyata. Sedangkan alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Namun, seluruh alat pengukur dapat terkena error peralatan yang bervariasi. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran dinamakan metrologi.

      Sistem pengukuran sangat dibutuhkan dalam ilmu refrigerasi dan tata udara, karena hasil pengukuran merupakan suatu acuan dalam menentukan baik atau tidaknya sistem refrigerasi yang ada, bahkan untuk instalasi sistem refrigerasi pun memerlukan pengukuan.

      Ada beberapa kategori sistem pengukuran, di antaranya :
      1. Sistem Pengukuran Listrik
      2. Sistem Pengukuran Panjang
      3. Sistem Pengukuran Waktu
      4. Sistem pengukuran Berat

      Istilah-Istilah Sistem Pengukuran :


      A
      Akurasi
      Akurasi menyatakan seberapa dekat nilai hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya atau nilai yang dianggap benar. Jika tidak ada data sebenarnya atau nilai yang dianggap benar tersebut maka tidak mungkin untuk menentukan berapa akurasi pengukuran tersebut.

      Akurasi pengukuran atau pembacaan adalah istilah yang sangat relatif. Akurasi didefinisikan sebagai beda atau kedekatan antara nilai yang terbaca dari alat ukur dengan nilai sebenarnya. Dalam eksperiman, nilai sebenarnya yang tidak pernah diketahui diganti dengan suatu nilai standar yang diakui secara konvensional.

      G
      Gangguan
      Merupakan sinyal yang cenderung mengganggu nilai output sistem. Jika gangguan bangkit di dalam sistem maka disebut gangguan internal, sedangkan gangguan eksternal dihasilkan dari luar sistem.

      H
      Hysteresis
      Perbedaan output yang terjadi antara pemberian input menaik dan pemberian input menurun dengan besar nilai input sama. Hysteresis merupakan salah satu indikator repeatability.

      J 
      Jangkauan
      Beda modulus antara dua batas rentang nominal dari alat ukur.
      Contoh :
      Rentang nominal – 15V sampai 15 Volt. Jangkauan 30V.

      K
      Kalibrasi
      Serangkaian kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional penunjukan alat ukur atau menujukkan nilai yang diabadikan bahan ukur dengan cara membandingkannya dengan standar ukur yang tertelusuri ke standar nasional dan/atau international.

      Kehandalan
      Kesanggupan alat ukur untuk melaksanakan fungsi yang diisyaratkan untuk suatu periode yang ditetapkan.

      Keluaran
      Keluaran atau output adalah tanggapan sebenarnya yang didapatkan dari suatu sistem pengukuran.

      Kesalahan
      Beda aljabar antara nilai ukuran yang terbaca dengan nilai “sebenarnya“ dari objek yang diukur. Perubahan pada reaksi alat ukur dibagi oleh hubungan perubahan aksinya.

      Ketepatan
      Presisi menyatakan seberapa dekat nilai hasil dua kali atau lebih pengulangan pengukuran. Semakin dekat nilai-nilai hasil pengulangan pengukuran maka semakin presisi pengukuran tersebut.

      Kedekatan nilai-nilai pengukuran individual yang didistribusikan sekitar nilai rata-ratanya atau penyebaran nilai pengukuran individual dari nilai rata-ratanya. Alat ukur yang mempunyai presisi yang bagus tidak menjamin bahwa alat ukur tersebut mempunyai akurasi yang bagus.

      Ketertelusuran
      Terkaitnya hasil pengukuran pada standar nasional/internasional melalui peralatan ukur yang kinerjanya diketahui, standar-standar yang dimiliki laboratorium tempat pengukuran dilakukan dan kemampuan personil laboratorium tersebut.

      Ketidakpastian Pengukuran
      Perkiraan atau taksiran rentang dari nilai pengukuran di mana nilai sebenarnya dari besaran objek yang diukur terletak.

      Koreksi
      Suatu harga yang ditambahkan secara aljabar pada hasil dari alat ukur untuk memberi kompensasi penambahan pada kesalahan sistematik.

      L
      Linearitas
      Hubungan antara output dan input dapat diwujudkan dalam persamaan garis lurus. Linearitas sangat diinginkan karena segala perhitungan dapat dilakukan dengan mudah jika sensor dapat diwujudkan dalam persamaan garis lurus.

      M
      Masukan
      Masukan atau input adalah rangsangan dari luar yang diterapkan ke sebuah sistem untuk memperoleh tanggapan tertentu dari sistem pengukuran. Masukan juga sering disebut respon keluaran yang diharapkan.

      P
      Pengukuran
      Serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai suatu besaran dalam bentuk angka atau kuantitatif. Jadi mengukur adalah suatu proses mengaitkan angka secara empirik dan objektif pada sifat-sifat objek atau kejadian nyata sehingga angka yang diperoleh tersebut dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai objek atau kejadian yang diukur.

      Presisi
      Istilah untuk menggambarkan tingkat kebebasan alat ukur dari kesalahan acak. Jika pengukuran individual dilakukan berulang-ulang, maka sebaran hasil pembacaan akan berubah-ubah disekitar nilai rata-ratanya.

      Presisi tinggi dari alat ukur tidak mempunyai implikasi terhadap akurasi pengukuran. Alat ukur yang mempunyai presisi tinggi belum tentu alat ukur tersebut mempunyai akurasi tinggi. Akurasi rendah dari alat ukur yang mempunyai presisi tinggi pada umumnya disebabkan oleh bias dari pengukuran, yang bisa dihilangkan dengan kalibrasi.

      Dua istilah yang mempunyai arti mirip dengan presisi adalah repeatability dan reproducibility. Repeability digunakan untuk menggambarkan kedekatan keluaran pembacaan bila dimasukkan yang sama digunakan secara berulang-ulang pada periode waktu yang singkat pada kondisi dan lokasi pengukuran yang sama, dan dengan alat ukur yang sama. Reproducibility digunakan untuk menggambar kedekatan keluaran pembacaan bila masukan yang sama digunakan secara berulang-ulang.

      Persamaan pada keduanya adalah menggambarkan sebaran keluaran pembacaan induvidual untuk masukan yang sama. Sebaran akan mengacu pada repeatability bila kondisi pengukurannya tetap, dan akan mengacu reproducibility kondisi pengukurannya berubah.

      Derajat repeatability dan reproducibility dalam pengukuran hanya merupakan alternatif untuk mengekspresikan presisi dari sebuah alat ukur.

      R
      Rentang ukur
      Besar daerah ukur antara batas ukur bawah dan batas ukur atas.

      Repeatabilitas
      Kemampuan alat ukur untuk menunjukkan hasil yang sama dari proses pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dan identik.

      Reproducibility
      Lihat Presisi

      Resolusi
      Perubahan terkecil dari besaran yang diukur, dimana alat ukur masih memberikan tanggapan. Besar pernyataan dari kemampuan peralatan untuk membedakan arti dari dua tanda harga atau skala yang paling berdekatan dari besaran yang ditunjukkan.

      S
      Sensitivitas
      Perbandingan keluaran terhadap perubahan besaran yang diukur. Suatu alat yang peka akan memberikan tanggapan atau respon yang besar jika besaran yang diukur mengalami perubahan sedikit.

      Sensor
      Bagian atau elemen dari alat ukur yang secara langsung berhubungan dengan objek yang terukur.


      Spesifikasi Dinamis
      Menunjukkan seberapa baik respon sensor terhadap perubahan pada inputnya secara kontinyu dan teratur.

      T
      Transduser
      Bagian dari alat ukur untuk mengubah atau mengkonveksikan suatu bentuk energi atau besaran fisik yang diterimanya kedalam bentuk energi yang lain atau unit pengalih sinyal, sehingga mudah diolah oleh peralatan berikutnya.

      Suatu contoh mengubah sinyal gerakan mekanis menjadi energi listrik yang terjadi pada peristiwa pengukuran getaran. Terkadang antara transmiter dan tranduser dirancukan, keduanya memang mempunyai fungsi serupa. Transduser lebih bersifat umum, namun transmiter pemakaiannya pada sistem pengukuran.